Seksualitas, tabu atau perlu?

Siap ngomongin soal pendidikan seksualitas? Kagok?

Ngga aneh kok, ngomongin seksualitas walaupun dibalut dengan pendidikan tetap jadi tantangan banyaknya pertanyaan anak yang bingung jawabnya. Jadi mending bertahan karena tabu, atau karena perlu maka kita wajib belajar soal ini?

Nah, simak dulu deh panduan awal untuk orangtua dari pak Munif Chatib soal pendidikan seksualitas disini.

Apa sih bedanya antara seks dengan seksualitas? Berawal dari pertanyaan sederhana ini kemudian kelompok 3 yang beranggotakan mbak Diyah, mbak Dyah, mbak Uut dan aku memutuskan membuat panduan bagi ortu dalam mendampingi anak berdasarkan usia.

Seks berkaitan dengan kelamin, hubungan kelamin, hal yang berkaitan dengan kelamin, mulai dari jenis, penerimaan dan pemaknaan kelamin. Seksualitas ialah ciri, sifat atau peranan seks. Seksualitas bersifat individu, karena dipengaruhi oleh kepribadian, karakter, penampilan biologis, perasaan terhadap dirinya secara utuh.

Fitrah Seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati.

Jauh beda ternyata ya dari pikian kita selama ini? Hah? Emang kita mikir apa?

Ada 4 faktor penentu seksualitas, yaitu faktor biologis, psikologis, sosial dan juga spiritual. Kalau ngomongin punya soal biologis sih sifatnya udah kodrati, ngga bisa milih mau punya anak laki atau perempuan, namun tetap bisa kita jaga dari asupan makanan sejak pra konsepsi. Termasuk menjaga asupan makanan bagi anak untuk menunda masa balighnya selagi kita mematangkan aqilnya.
Faktor psikologis biasanya berkaitan dengan faktor sosial, misalnya pengaruh pola asuh, pembagian kerja domestik yang sebagian besar dikerjakan oleh ibu tanpa bantuan dari ayah. Hal-hal semacam ini membuat presepsi di benak anak akan fungsi peran gender yang tidak proporsional namun digeneralisasi bahwa seperti itulah pembagian peran perempuan dan laki-laki seharusnya. Faktor terakhir ialah spiritualitas, adanya gambaran dalam agama dan kepercayaan yang menjadi pandangan umum soal seksualitas.

Prinsip mendidik Fitrah Seksualitas

Prinsip 1 : Fitrah Seksualitas memerlukan kehadiran, kedekatan, kelekatan Ayah dan Ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai usia aqilbaligh (15 tahun)
Prinsip 2 : Ayah berperan memberikan Suplai Maskulinitas dan Ibu berperan memberikan Suplai Femininitas secara seimbang. Anak lelaki memerlukan 75% suplai maskulinitas dan 25% suplai feminitas. Anak perempuan memerlukan suplai femininitas 75% dan suplai maskulinitas 25%.
Prinsip 3 : Mendidik Fitrah seksualitas sehingga tumbuh indah paripurna akan berujung kepada tercapainya Peran Keayahan Sejati bagi anak lelaki dan Peran Keibuan sejati bagi anak perempuan. Buahnya berupa adab mulia kepada pasangan dan anak keturunan.

Bagaimana sih tahapannya? Dalam mendidik fitrah seksualitas pada anak, ada 5 tahapan dan orangtua punya peran yang berbeda dalam tiap tahapnya.
0-2 tahun: konsepsi fitrah keimanan dan seksualitas, anak didekatkan dengan ibu
3-6 tahun: Penguatan konsepsi gender, anak didekatkan dengan kedua orangtua
7-10 tahun: penyadaran potensi gender, anak didekatkan dengan orangtua dengan gender yang sama
11-14 tahun: pengujian eksistensi, anak didekatkan pada orangtua dengan gender yang berbeda
> 15 tahun: penyempurnaan fitrah, anak sudah dewasa dan menjadi mitra orangtua

Hasil presentasi tim 3 bisa dilihat disini ya buat lebih lengkapnya.

Daftar bacaan:
–  Renungan pendidikan seri 85, Harry Santosa 2016
–  Kuliah WhatsApp RB Sehat Bugar IIP Bandung “perkembangan seksualitas anak dan bagaimana cara mengajarkan pendidikan seks pada anak sesuai usianya” 2017
–  http://www.google.co.id/amp/s/androsexo.wordpress.com/2009/06/09/berbagaidimensi-seksualitas/amp/
–  http://blog.angsamerah.com/seks-seksual-dan-seksualitas/
–  https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/parenting/tips-parenting/mengenal-tahap-perkembangan-anak-dari-bayi-hingga-dewasa/amp/

#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
#day3


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s