Pede Bicara Seksualitas

Pendidikan seksualitas adalah mengajarkan totalitas kepribadian seseorang mencakup cara berfikir, merasa, bereaksi, berbudaya dan beragama serta berinteraksi sosial dalam kapasitas kepribadiannya (Elly Risman Psi)

Pendidikan seksualitas adalah menumbuhkan fitrah gender, yakni cara seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai dengan fitrahnya baik sebagai laki-laki maupun perempuan (Harry Santosa)

Ada sebuah rujukan utama soal seksualitas ini yang belum terbahas banyak pada presentasi grup-grup sebelumnya, yaitu Al-Qur’an.

Wah kitab suci saja ngomongin seksualitas dan itu ngga vulgar! Udah ngga ada alasan donk buat ngga pede ngomongin seksualitas 😊

Al Qur’an menyebutkan didalamnya:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat (QS Al-Insan: 2)

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kami dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi (QS Al Hajj: 5)

Dan sungguh , kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah (QS Al-Mu’minun: 12)

Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (QS Al-Mu’minun: 13)

Kemudian air mani itu kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melakat itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain, Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik. (QS Al-Mu’minun: 14)

Agar kecenderungan seksual dalam diri anak mengalir dengan tenang tanpa gangguan eksternal yang dapat menyebabkan melenceng dari perilaku yang lurus, Islam menjaga anak-anak dengan memberinya perintah dan larangan.
Hal itu dilakukan agar kecenderungan seksual nya menjadi terarah, sehingga tetap dapat menjadi pribadi yang proporsional dan suci tanpa ada sesuatu yang mencemarinya.
Kaidah2 tersebut dicontohkan oleh Rasullulah yaitu :
1. Melatih anak meminta izin ketika masuk rumah/ kamar orang tua.
Ada tiga waktu anak harus meminta izin yaitu sebelum shalat subuh,waktu tidur siang, dan setelah shalat isya
(Q.S an Nur : 58 – 59)
2. Membiasakan anak menundukkan pandangan dan menutup aurat
3. Memisahkan tempat tidur anak
4. Melatih anak tidur dalam posisi miring ke kanan
5. Menjauhkan anak dari ikhtilat bersama lawan jenis
6. Mengajarkan kewajiban Mandi Junub ketika anak mendekati akil Baligh
7. Menjelaskan perbedaan jenis kelamin dan bahaya zina ketika anak mendekati baligh
8. Menganjurkan pernikahan dini pada anak

Sumber bacaan:
Al Quran
Tulisan Diah Mahmudah, S.Psi, Psikolog. (Wakil Ketua HEbAT Bandung 2018/2020)
Fitrah based Education, 2016, Harry Santosa, Yayasan Cahaya Mutiara Timur
DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid, Penerjemah Farid Abdul Aziz Qurusy, Prophetic Parenting, Cara Nabi Mendidik Anak, Pro U Media, 2010

#FitrahSeksualitas
#Tantangan10Hari
#Level11
#day4


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s