Kisah Istri Abu Lahab

Pagi ini aku ngajakin anak sulung main game di tablet, game memasangkan gear supaya semuanya bisa berputar. Diperlukan strategi untuk membuat masing-masing gear tersambung dan perputarannya saling bersinergi. Ngga lama-lama kok, tapi cukuplah buat nunggu semangat beres beres hehe. Tablet ini punya intensitas cahaya yang cukup tinggi walaupun kecerahannya sudah paling rendah, maka dengan menambahkan cahaya dari luar akan sedikit mengurangi pengaruh cahaya dari tablet ke mata.

“Kak, tolong ambilkan dulu lampu baca yang ada jepitannya di meja ya”
“Meja mana?”
“Meja belajar, makasih ya kak”
Ngga lama kemudian, “ngga ada bunda!”
“Ada, barusan bunda liat kok”
“Ih, ngga ada bun!” dan suara kakak pun makin meninggi.
“Ini apa kak?” kataku sambil mengambil lampu yang dimaksud diatas meja belajar.
“Tau ngga kak? Kalau kita terjebak dalam salah satu emosi secara berlebihan, seperti terlalu takut, terlalu marah, terlalu sedih atau bahkan teralu gembira, maka Allah akan ngambil nikmat-Nya sementara” kataku.
“Ceritain bun!” kata kakak penasaran.

“Kakak tau Abu Lahab?” tanyaku.
“Tau” jawab kakak.
“Abu Lahab itu paman nabi, tapi ngga suka banget sama Nabi. Abu Lahab keukeuh sama keimanannya dengan menyambah berhala dan Nabi terus menerus mendakwahkan Islam. Ngga hanya Abu Lahab, tapi istrinya juga sama sebelnya sama Nabi, bahkan saat tau bahwa Nabi akan menuju suatu tempat, maka sepanjang jalan yang akan dilalaui nabi akan disebarkan ranting-ranting pohon berduri yang akan membuat kaki Nabi terluka. Saking marahnya bahkan ketika istri Abu Lahab ini membawa kayu berduri tersebut, dia seret kayunya dengan menggunakan lehernya! Rasa sakitnya tertutupi sama kemarahannya. Cerita lainnya ialah, saat istri Abu Lahab ini sangat marah sama nabi dan mencari kerumah Abu Bakar sambil marah-marah. Dia teriak-teriak nyari Nabi dan menuduh Abu Bakar menyembunyikan Nabi. Abu Bakar heran, padahal Nabi disebelah Abu Bakar persis. ‘Apa kamu tak melihat Muhammad di sebelahku?’ gitu kata Abu Bakar. Dan Istri Abu Lahab ini merasa dipermainkan oleh Abu Bakar sehingga tetap marah-marah sambil keluar rumah Abu bakar tanpa melihat Rasulullah disebelah Abu Bakar.
Apa yang tadi kakak lakukan pun mirip, kakak nyari lampu baca sambil kesel, makanya jadinya ngga ketemu. Kalau nyarinya sambil biasa aja kan ketemu ya?”
“Hehe, iya bun” jawab kakak malu-malu.
“Nanti lagi kalau dimintain tolong sama bunda jangan sambil marah-marah ya?!” kataku kemudian.
“Iya bunda” jawab kakak.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#day10


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s