Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih

Apa sih yang biasanya jadi biang pertengkaran antara saudara saat kecil? Biasanya ngga jauh-jauh dari hal-hal yang juga kecil, rebutan mainan, dulu-duluan nyari perhatian bunda, saling lempar tanggung jawab ala anak-anak lah.

Setelah beberapa waktu ini kartun ‘Pada zaman dahulu’ sempet hilang dari layar televisi, hari ini ada lagi! Dan kata-kata khasnya ialah ‘….teringat Aki satu cerita. Pada zaman dahulu….’

Dan itu pula yang bikin aku cerita ke anak-anak soal sibling rivalry ‘Melihat tingkah kalian berdua, teringat bunda satu cerita…’ kemudian anak-anak ribut pengen denger ceritanya….

“Pada zaman dahulu, ada 2 orang kakak beradik bernama Bawang Merah dan Bawang Putih”
“Ganti bun! Kakak mah udah tau ceritanya!”
“Kakak dengerin dulu, nanti baru samain sama cerita yang kakak tahu, sama atau ngga, oke?!”
Dan kakak pun setuju.

“Sang kakak bernama Bawang Merah, dan adiknya bernama Bawang Putih”
“Kakak jadi Bawang Merah” kata Qaireen.
“Rayi jadi Bawang Putih” sambung Rayi.
“Bawang Merah dan Bawang Putih adalah kakak beradik yang saling menyayangi. Walaupun saling menyayangi, kadang ada hal yang bikin kakak beradik ini berantem. Rebutan mainanlah, senggolan sampe bikin kesel dan sebagainya. Kalau udah gitu, biasanya untuk menuangkan kekesalannya baik Bawang Merah dan Bawang Putih suka saling mengejek! Bawang Merah dibilang suka bikin mata pedes, dan Bawang Putih suka dibilang bau oleh saudaranya.”

“Kalau udah berantem bawaannya saling ejek terus. Ngga lama setelah berantem mereka baikan lagi. Tapi nanti kalau berantem lagi, lagi-lagi saling ejek”

“Suatu hari, mereka dapat pengumuman menarik, mereka akan bertugas untuk bikin nasi goreng! Horee….keduanya bersemangat”
“Dalam perjalanan ke dapur, bawang bersaudara ini kembali berantem, entah apa sebabnya, dan mulailah drama saling ejek.
‘Asik, nasi goreng pake bawang merah banyak pasti enak’ kata bawang merah.
‘Enak pake bawang putih donk, ngga usah pake bumbu lainnya!’ kata bawang putih ngga mau kalah.
‘Pake bawang putih mah bau!’
‘Daripada bawang merah, ngiris-ngirisnya aja udah bikin mata pedes!’
Daaan….drama pun berkepanjangan. Sampai akhirnya bawang putih ditumis, dan muncullah bau harum dari bawang putih. Kemudian bawang merah mulai ditumis dan hilanglah pedas yang biasa menghinggapi mata. Masing-masing kakak beradik ini melihat sesuatu yang berbeda dari saudaranya, jauh lebih baik dan ejekannya selama ini terpatahkan sudah.”

“Loh kok Bawang Putih jadi wangi ya? Kok Bawang Merah ngga pedes ya? Begitu kira-kira yang dipikirkan kakak beradik itu. Hingga akhirnya mereka sadar bahwa nasi goreng saat dimakan yang akan dinikmati ya ‘nasi goreng’ bukan bawangnya saja, bukan garamnya saja, bukan kecapnya saja, bukan telurnya saja. Kerjasama menghasilkan sesuatu yang jauh lebih berguna daripada saling ejek. Dan dalam kondisi berbeda baik bawang Putih maupun bawang Merah menemukan potensi terbaiknya yang kadang belum kita lihat”

#Tantangan10Hari
#Level10
#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP
#day8

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s