Keberanian Lilin Kembar

Ada 4 lilin yang selalu disiapkan oleh seorang ibu untuk menerangi sebuah rumah setiap malamnya. Setiap lilin bisa bersinar 3 jam hingga akhirnya padam.
Keluarga lilin selalu merasa terhormat bisa memberikan penerangan pada keluarga sederhana itu. Hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan selalu diceritakan turun temurun dari leluhur-leluhur lilin sebelumnya.

Suatu hari tibalah giliran si lilin kembar bersama kedua kakaknya untuk bertugas menyinari keluarga sederhana tersebut. Si kembar yang selalu bersama ini untuk pertama dan terakhir kalinya akan bertugas secara terpisah. Mereka merasa tidak nyaman dengan kondisi itu, dan berulang kali memohon pada ibu mereka untuk bertugas bersama. Namun sang ibu bersikukuh agar si kembar bertugas estafet. Setelah merasa si kembar akan menuruti nasihatnya, sang ibu pun tenang bertugas menyinari keluarga sederhana itu.
Si kembar merasa kehilangan sang ibu setelahnya, tapi perasaan mereka tak kunjung nyaman dengan nasihat terakhir ibunya. Mereka masih saja merasa takut bertugas sendiri-sendiri.
Akhirnya keesokan harinya tiba giliran si kembar dan dua kakaknya untuk bertugas. Kakak lilin pertama dinyalakan, dan habis 3 jam kemudian. Ibu keluarga sederhana itu kemudian menyalakan kakak lilin kedua sebelum tidur. Waktu terus berlalu dan si kembar masih bersikukuh bertugas bersama. Namun kakak lilin keduanya memberikan nasehat sebelum akhirnya padam juga, bahwa sebuah kehormatan bisa berguna bagi keluarga sederhana ini. Sedikit cahaya yang dinyalakan akan berarti banyak di malam yang gelap ini. Jika lilin yang dinyalakan lebih dari satu di waktu yang bersamaan, maka sisa malam itu keluarga sederhana tersebut akan diliputi dengan kegelapan. Dan kegelapan akan membuat keluarga itu kesulitan melihat, untuk melihat jam, untuk sholat malam, untuk mengambil air dan sebagainya.
Lama kelamaan si kembar mendengar suara ibu keluarga sederhana itu terbangun, sang ibu mulai bersiap menyalakan salah satu dari lilin kembar itu. Suara sang kakak pun mengecil dan hilang, bersamaan dengan kemantapan hati si kembar untuk bisa bermanfaat keluarga sederhana tersebut.
Biasa bersama tak berarti harus bersama, perasaan tidak nyaman itu wajar, tapi tidaklah baik jika terus menerus merasa tak nyaman. Demi kebaikan bersama, kadang akan ada masanya kita harus menghadapinya sendiri, dan itu yang akan membuat kita semakin kuat. Si kembar kecil menyaksikan keberanian saudara kembarnya yang makin mengecil. Dia pun harus berani menghadapi api yang akan dinyalakan di sumbunya.
Saudaranya kemudian mulai padam dan kini tugasnyalah menyelesaikan penerangan hingga pagi. Sungguh malam yang sangat emosional bagi si lilin kecil. Ia menjadi berani dan membuktikannya saat itu juga.
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#day7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s