Harta Kerajaan yang hilang

Di sebuah pulau nun jauh disana, tinggalah keluarga Raja didalam sebuah kerajaan sederhana. Keluarga Raja itu terdiri atas Raja, Ratu, Puteri, Pangeran beserta dengan pelayan-pelayan dan penjaga istana. Mereka hidup damai beserta dengan rakyat desa, tak jauh dari kerajaan.

Raja memerintah kerajaannya dengan adil dan hangat, begitu pula dengan Ratu yang senantiasa mendampingi Raja dan tak sungkan ikut turun tangan membantu rakyatnya. Tak berbeda dengan orangtuanya, Pangeran dan Puteri pun senang sekali bermain dengan kawan-kawannya di desa.

Setiap tahunnya, selalu ada pemeriksaan aset di kerajaan sederhana tersebut. Hal itu dilakukan agar menjaga kerajaan tetap dalam batas sederhana dan tidak bermewah-mewah. Segala hal di kerajaan yang kurang bermanfaat selalu digunakan untuk rakyat agar lebih bermanfaat. Raja dan Ratu sangat mewanti-wanti anggota istana untuk bisa tetap sederhana, santun dan bertanggung jawab. Sebagai contoh, jika ada 1 baju masuk lemari maka harus ada 1 baju dari lemari untuk disumbangkan.

Pada hari pemeriksaan, seperti biasa anggota inti kerajaan tidak membiarkan diri mereka berada di dalam istana. Hal ini dilakukan untuk membuat proses pemeriksaan menjadi lebih mudah dan tidak canggung. Pemeriksaan itu dilakukan oleh penasihat istana. Anggota keluarga istana dibebastugaskan selama proses tersebut dan menikmati hari dengan piknik di tepi pantai.

Menjelang sore keluarga istana kembali ke istana dan mereka menemukan penyusutan aset yang tidak terlalu besar, hanya cukup banyak. Wah wah wah, ada apa ini ya?
Hasil pemeriksaan ternyata menemukan banyak koleksi yang tidak lengkap, aset edukasi yang rusak!

Raja dan Ratu pun segera mengerti masalahnya, dia meminta penasihat istana untuk beristirahat dan mengumpulkan anggota istana inti.
Pada saat makan malam…
“Anak-anak, menurut kalian apa yang paling berharga saat ini?”
“Mmmm….maksudnya gimana yah?” tanya sang Puteri kebingungan.
“Maksud ayah, apa yang paling kalian suka dalam kehidupan kalian saat ini” jelas sang Raja.
“Oooo…..” jawab Puteri kecil itu sambil mengagguk-angguk “Aku suka main!”
“Aku juga” jawab Pangeran sepakat dengan kakaknya.
“Kalian suka main apa?” tanya Ratu kemudian.
“Banyak Bun!” kata Pangeran “Aku suka main mobil, baca buku, lari-lari, apa lagi ya?”
“Kakak suka main boneka sama jadi dokter-dokteran, ooohhh….sama itu tuh, suka belajar nulis juga bun!” jawab Puteri tak kalah hebohnya.
Percakapan mengenai permainan kesukaan Puteri dan Pangeran berlangsung seru, masing-masing menunjukkan kesukaan mengenai 1 hal dan hal lainnya.

Hampir setengah jam lamanya ruang makan dipenuhi oleh obrolan Puteri dan Pangeran yang saling sahut menyahut, sementara itu Raja dan Ratu hanya mendengarkan obrolan anak-anaknya dengan tersenyum dan kadang ikut menimpali.
Hingga akhirnya…
“Kakak, ayah mau dong dibawakan buku ‘Tetanggaku’ kesukaan kakak! Adik, ayah juga mau dong main mobil hijau dengan ban yang besar ya! Kita main bersama disini!” sambung sang Raja.
“Siap ayah!” jawab keduanya kompak.

Hampir setangah jam lamanya Raja dan Ratu menunggu mereka di ruang makan, namun anak-anak belum saja datang. Empat puluh menit kemudian Raja dan Ratu masih menunggu, hingga kemudian…
“Ayah, Bunda, maaf…” sebuah suara datang dari mulut mungil Puteri kecil “bukunya ngga ketemu” lanjutnya tertunduk lesu.
“Kayaknya mobil-mobilannya juga dipinjem temen Yah, Bun” lanjut Pangeran.
“Oh ya?” tanya Raja menyelidik.
“Iya yah!” kemudian berbagai pembelaan muncul dari Puteri dan Pangeran.
Raja dan Ratu hanya menyimak pembelaan anak-anak mereka.

“Kalau tidak ada, kita main berburu harta karun yuk!” ajak Ratu kemudian.
Senyum mengembang di bibir kedua anak kecil itu, Puteri kecil dan Pangeran kecil merasa pembelaan mereka sukses besar. Ayah Bundanya tidak curiga sedikitpun tentang kehilangan buku dan mainan mereka. Raja dan Ratu kemudian mengajak Puteri dan Pangeran ke ruang keluarga, disana ada tumpukan mainan kotor, rusak dan berdebu.
“Ini hasil pemeriksaan hari ini anak-anak” jelas Raja “adakah mainan dan buku kalian disana?”

Puteri dan Pangeran kemudian meneliti dengan seksama tumpukan ‘harta karun’ tersebut. Mereka pun menemukan banyak potongan puzzle, buku-buku yang sudah sobek dan kotor, mainan yang tadi diminta Raja untuk dimainkan bersama dan sebagainya. Tangan dan baju kedua penerus kerajaan itupun kotor tak karuan karena menemukan harta karun. Perasaan mereka senang bercampur sedih melihat kondisi mainan dan buku-bukunya. Kemudian berganti malu menyadari bahwa ternyata orangtuanya sudah tahu bahwa mereka tadi banyak beralasan.

“Ayah, Bunda maaf ya” kata Puteri tertunduk malu “Kami janji akan lebih menjaga buku dan mainan kami lebih baik lagi”
“Caranya?” tanya Ratu kemudian.
“Menyimpan mainan ditempatnya lagi dengan rapi” jawab Pangeran.
“Lalu, bagaimana dengan ‘harta karun’ yang ini?” tanya Raja “apakah akan kalian buang? Atau akan kalian bersihkan dan rapikan?”
“Kami akan rapikan Yah” Jawab Puteri dan Pangeran bersamaan.
Raja dan Ratu pun tersenyum, mereka tahu akan ada banyak waktu bagi kedua buah hatinya untuk membereskan harta karun itu. Namun yang terpenting Raja dan Ratu tahu bahwa sang Puteri dan Pangeran sudah belajar bertanggung jawab.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination
#day3


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s