Cerdas Finansial dengan belajar berjualan

Sabtu pekan lalu ialah jadwal Qai jualan di acara Family Fun Day (FFD).  Ini sudah kali kesekian Qai jualan, kadang masih ditemani emaknya, kadang sendiri. Jualan merupakan kegiatan yang Qai suka, walaupun dalam kenyataannya masih minim keaktifannya saat menawarkan dagangannya. Dari semua komoditas jualannya yang lalu-lalu, Qai hampir selalu diuntungkan dengan komoditas yang pas. Seperti saat cuaca panas, Qai jualan es teh, atau es susu coklat, dan jualan kali ini dengan cuaca panas mentrang, Qai cukup diuntungkan dengan berjualan susu keju dingin.

Pembuatan susu keju awalnya hanya ide spontan yang dieksekusi, dalam prosesnya ternyata jauh lebih banyak percobaan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Mulai dari memilih bahan, takaran, memperhitungkan harga bahan dan penyesuaian dengan harga jual yang Qai tetapkan hanya 5000 rupiah saja. Saat memperhitungan harga pun tanpa melewati itung-itungan resmi setelah bahan-bahan dibeli. Jadi akan wajar ketika bahan-bahan sudah dibeli ternyata hasilnya hanya cukup untuk balik modal atau bahkan tanpa keuntungan, tapi karena ide, jumlah dan harga Qai yang menentukan, mau minus pun ngga apa-apa.

IMG-20170916-WA0001

Sehari sebelumnya, semua persiapan mulai dikerjakan. Mulai dari mencoba kembali resep, menghitung keperluan bahan-bahan, membuat properti pentas drama, (karena Qai juga pentas mini drama di panggung inspirasi), membeli bahan-bahan, sampai membuat suju alias susu keju sebagai komoditas jualannya Qai. Dari perhitungan kasar setalah semua bahan dibeli sepertinya memang menjual 5000 rupiah per botol itu terlalu murah.

Pagi ini saat dalam perjalanan, ayahnya nanya sama Qai apakah hasilnya akan disedekahkan seluruh atau sebagian? Agak gimana juga sih ekspresinya Qai pas di tanya gitu. Kayaknya Qai pengen banget nyimpen uang hasil jualannya untuk dirinya sendiri. Namun kemudian Qai mikir juga setelah dijelaskan tentang konsep rejeki.

Bahwa dalam harta kita terdapat rejeki orang lain, Allah hanya minta 2,5% saja, tapi kita bisa memberi lebih sesuai dengan besarnya rasa syukur kita. Maka ketika kita memberi lebih banyak pada orang lain, Allah pun akan memberikan rejeki yang jauh lebih banyak pada kita. Bisa berupa kesehatan, kebahagiaan, pertemanan, kesempatan, ilmu, keluarga bahagia dan sebagainya.

Hasil pentas dan jualan kali ini mencapai skala senang pada angka 10 dalam skala 1-10 menurut Qai. Qai senang sekali saat pentas, begitu juga saat dagangannya ludes bahkan beberapa orang masih mau tapi belum kebagian karena terlanjur habis. Sepertinya ini memberikan semangat tersendiri buat Qai.

Sepulang dari acara FFD, masih belum ada keputusan dari Qai mengenai jumlah yang akan disedekahkan. Namun keajaiban niatan sedekah itu mulai muncul danenjadi bahan pemikiran Qai lagi. Qai dapat tawaran orderan suju!

Rasanya sayang ya kalau ngga diambil kesempatannya. Tapi sebagai ibu, aku juga berusaha ngerem, pasalnya banyak hal yang harus dipahami dan disiapkan sebelum bisa mulai menerima pesanan.
Dan urusan nyiap-nyiapin dalam hal apapun kini jadi PR buat Qai. Jika ini sudah meningkat bolehlah nerima pesanan.

Proses perhitungan hasil jualanpun baru dilakukan hari ini. Hasilnya memang ternyata minus, hasil penjualan tidak menutupi modal. Namun dalam proses kali ini seluruh hasil penjualan boleh dimiliki oleh Qai tanpa ada pemotongan modal, sebagai gantinya ayahnya menawarkan opsi sedekah, boleh sebagian ataupun seluruhnya. Qai memutuskan untuk menyedekahkan 80% dari pendapatannya kali ini, alhamdulillah.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s