Playdate ‘Indonesia Little Hero’

IMG-20170821-WA0044
Indonesia Little Hero
Ah ketiduran… rencananya kemarin bikin tulisan tentang kegiatan kemarin, tapi ya begitu deh.  Kalau mata udah ngantuk mah segala bablas.
Kemarin anak-anak ikutan playdate ‘Indonesia little hero’ keren ya namanya? Acara ini memang disiapkan dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia. Walaupun baru berlangsung 3 hari setelah tanggal 17 tapi tidak mengurangi keseruan 17-an. Acaranya yang diinisiasi oleh homesweethome ini bertempat di Tani Kota, sebuah tempat agrowisata di daerah Cisitu Bandung.  Di Tani Kota kita bisa belajar menanam sayur, bahkan memetik dan membeli sayuran. Sayuran disini organik karena tidak menggunakan pupuk dan insektisida kimia. Selain itu di Tani Kota juga bisa belajar memanah dan berkuda. Mau berkuda dambil memanah? Bisa juga.

Homesweethome sendiri merupakan hometeam dari Bubu Wiwik, pendiri RB Playdate IIP. Terkadang Bubu pakai nama RB Playdate khusus member IIP ataupun dengan nama playdate homesweethome untuk umum. Playdate kali ini diawali dengan upacara bendera, beragam ekspresi anak-anak terlihat saat upacara. Dari mulai kepanasan, karena baru mulai pukul 08.30 hingga berbagai sikap hormat bendera yang lucu-lucu. Dengan menggunkan sistem pos, anak-anak diajak berkeliling area Tani Kota dengan cara yang menyenangkan. Secara tidak langsung anak-anak diajarkan aneka perlombaan legenda saat 17-an, aneka permainan tradisional dan juga melatih sportivitas.
Anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok usia 3-4 tahun dengan kalung berwarna putuh, 4-6 tahun dengan penanda kalung berwarna kuning dan diatas 6 tahun dengan kalung berwarna merah. Untuk usia Qai yang menginjak usia 7 tahun masuk ke kelompok merah. Rute yang disediakan untuk tiap kelompuk usia berbeda, bahkan permainannya pun berbeda. Pada kelompok usia Qai di pos pertama anak-anak diajak lomba balap karung, terdengar familiar untuk 17-an? Ya, balap karung memang merupakan lomba yang umum saat 17-an. Selain seru-seruan balap karung juga melatih motorik kasar anak, dobel manfaat kan?
Menuju pos 2, anak-anak diajak lomba bawa kelereng dengan menggunakan sendok dan juga memindahkan karet gelang dengan menggunakan sumpit yang di gigit. Jika karet gelangnya jatuh, maka harus mengulang lagi. Serunya ialah disini semuanya sportif, mau karet jatuh ya ngulang lagi, ngga dapet hadiah ya ngga papa. Hadiah bukan tujuan dari permainan ini, keseruannya yang dicari.
Di pos terakhir anak-anak diajak memanah, anak panahnya sendiri menggunakan mata tumpul sehingga lebih aman. Qai senang sekali ikutan playdate, walau awalnya terlihat kurang sehat. Tapi selama playdate kadang ada fase kelelahan yang membuat Qai tidak fokus. Jangan bertambah sakit ya nak!
IMG_20170820_111522
Qai lagi lomba balap karung
Di kelompok usia Rayi permainannya menyesuaikan usianya juga, seperti mancing ikan, menemukan koin diantara waterbeads, lomba makan kerupuk dan sebagainya. Rayi masih belum mau mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah disiapkan panitia. Rayi memilih jalan-jalan saja semaunya, kadang teman-temannya jalan kesana, dia mah kesini, temen-temennya ikutan lomba, Rayi mah setia sama mobil-mobilannya. Dari usia 2 tahun kurang Rayi memang tertarik pada mobil, semua tentang mobil dia suka. Tanyakan saja hobinya, Rayi pasti menjawab main mobil, liat mobil dan semua tentang mobil. Beda lagi kalau ditanya cita-citanya, Rayi mau jadi pembalap, punya toko mobil, mau jual mobil, mau bikin mobil dan bisa jalan-jalan nyetir sendiri kalau sudah punya mobil Lexus. Keren kan!
IMG_20170820_095514
Rayi sedang bermain waterbeads
Awalnya selain Qaireen yang kurang fit, Rayi juga ngga terlalu semangat mengikuti playdate. Rayi leih milih main mobil atau liat film tentang mobil. Namun acara seperti ini kadang kami sengaja mengikutkan anak-anak untuk menambah pengalamannya, melihat reaksinya, apakah suka atau tidak, apakah bisa bertahan atau benar-benar tidak suka. Khusus untuk Rayi kami ingin sekali menambahkan referensi ini, melihat kemungkinan kecenderungan Rayi ke bidang lain selain mobil. Hasilnya Rayi memang banyak merajuk pulang, minta liat film mobil dan sebagainya. Sepertinya sih hanya efek kemarin ngga bisa liat film mobil saja sehingga terbawa hingga kini.
Selepas acara giliran orangtua yang maju untuk berlomba. Sama seperti anak-anak, mulai lomba makan kerupuk sampai balap karung pun ada. Perlombaan yang ngga ada hanya yang kotor-kotoran dan basah-basahan, seperti panjat pinang dan perang bantal diatas empang. Sebuah kebanggan tersendiri bagi anak melihat orangtuanya mau berlomba ala 17-an, ngga jaim dan berani malu hehe. Kali inipun kami ikut lomba, lomba memindahkan karet dengan sumpit dan makan kerupuk. Lumayan bisa nambah-nambah hadiah saat pulang. Alhamdulillah.
#Tantangan10Hari
#TantanganHariKe4
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#Level7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s