Belajar Ekspresi dan Artikulasi

Senin Siang adalah jadwal Qai ber-public speaking bersama teman-temannya. Diawali dari sebuah kegiatan lepas ‘Public Speaking for Kids’ dan berlanjut dengan latihan rutin selama 8 pertemuan. Pertemuan Senin siang ini ialah petemuan ke-4.Sejak kemarin sore sepulang playdate Qai mengeluh ngga enak badan. Memang sejak paginya Qai terlihat lemas sejak sebelum playdate dan semakin terlihat menjalang sore. Tadinya kegiatan hari ini ngga bakalan ikutan, biarin deh istirahat dirumah aja. Ternyata eh ternyata kelas public speakingnya kali ini sudah masuk ke materi. 3 pertemuan sebelumnya anak-anak banyak diajak main, ice breaking istilahnya mah. Nyanyi-nyanyi, tepuk superman, tepuk bahagia, mencari gaya saat perkenalan dan sebagainya.

Dipikir-pikir sayang juga kalau ngga ikut kelas, lagipula Qai sudah lebih baik. Akhirnya qai putuskan juga untuk ikut kelas public speaking. Ternyata keputusan Qai untuk ikut kelas tidak salah, kak Deden membawakan materi tentang ekspresi dan artikulasi. Anak-anak diajak untuk mengucapkan A dengan mulut terbuka, menyanyikan lagu ioioioioaaaaa….yang sayangnya lupa direkam dan sekarangpun lupa nadanya. Mengucapkan huruf ‘R’ dan ‘S’ dengan panjang, menatap lawan bicara dan bersuara lantang.

Pada saat mengenalkan ekspresi, anak-anak diminta untuk bermuka lempeng dulu, yang sayangnya sangat susah bermuka lempeng didepan kak Deden, habis muka kak Deden lucu sih. Tapi jangan salah, saat mencontohkan ekspresi marah Kak Deden asli ngeri lho!

Ada 7 ekspresi yang diajarkan oleh Kak Deden, yaitu senang, marah, sedih, manja, kecewa, lega dan sombong. Saat ekspresi senang anak-anak diminta untuk membayangkan saat jadi ranking pertama “yeay aku ranking satu! yes! yes! yes!” sambil mengepalkan tinju ala ‘Yes’ tiga kali, tau kan ya?

Ekspresi marah diungkapkan seolah-olah sedang menyalahkan orang lain “kamu sih!” dan dilanjutkan dengan ekspresi kecewa dan sedih. Saat ekspresi lega, Kak Deden meminta anak-anak membayangkan saat uang jajan anak-anak masih ada “hhhh….untung aja uang jajannya masih ada”. Kemudian untuk ekspresi sombong anak-anak diminta untuk menyombongkan sebuah pulpen “Liat nih pulpen aku, dari luar negeri nih! Mahal lho! . Dan terakhir adalah ekspresi manja yang diibaratkan anak yang sedang minta eskrim “Mama atuh mama, pengen eskrim”.

Seru hari ini, dari segi keberanian Qai sudah lebih baik, tinggal ditambah inisiatifnya saja. Namun dari ekspresi Qai menunjukkan ekspresi yang sesuai, keren!

#Tantangan10Hari
#TantanganHariKe5
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
#Level7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s