NHW6: Ikhtiar Menjemput Rizki

Ada sebuah hal yang akhirnya baru aku sadari setelah mengerjakan berbagai NHW di kelas matrikulasi IIP ini, hal itu adalah mestakung alias semesta mendukung. Berbagai hal yang ingin kupelajari, secara ‘tak sengaja’ dihadirkan melalui NHW berturut-turut. Ketidaksengajaan yang sudah terencana rapi dalam buku kehidupan.

Jika diibaratkan ilmu-ilmu yang bertaburan di kelas matrikulasi ini ibarat rumah yang berantakan, belum bisa dinikmati kalau belum dibeberes, diletakkan pada tempatnya, dan dipilih-pilih modelnya. Kelas matrikulasi ini seperti personal manager dengan pertanyaan yang sama pada setiap orang tapi tiap orang punya jawaban masing-masing ‘ingin ditata seperti apa rumahnya?’ ‘ingin konsep rumah yang seperti apa?’ Beberapa orang menyukai rumah dengan gaya minimalis, beberapa yang lain memilih tropis, beberapa memilih furniture minimalis dibalkon yang tropis beberapa bahkan tak tahu akan mendekor rumah seperti apa walaupun semua furniture sudah ada disana.

Buatku, menggali lebih jauh tentang diri kita sendiri, pasangan, anak dan menemukan maksud Allah mempertemukan kita dalam sebuah keluarga menjadi titik cerah rumah apa yang akan kita tata. Setiap orang mempunyai keinginan sendiri, menghindari gesekan memang tak mungkin, tapi tantangannya adalah menyelaraskannya dengan seluruh anggota keluarga. Materi matrikulasi 6 kali ini menarik, bisa dibilang materi ini sudah pernah disampaikan, NHW nya pun sudah pernah dikerjakan saat sharing session bunda produktif di grup Bandung Utara. Kalau dipikir mengerjakan NHW6 ini lebih gampang karena sudah pernah dikerjakan sebelumnya, tetoooot….tetep berat ternyata.

[Bunda Produktif] Ikhtiar Menjemput Rejeki

Septi Peni Wulandani: Nice Homework #6

Bunda kali ini kita akan memahami bagaimana cara kita menemukan kekuatan diri dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah Bunda tulis di NHW#1 – NHW #5.

Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

1. Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :

🔹masuk ke http://www.temubakat.com

🔹isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi :Ibu Profesional

🔹jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya

🔹belajarlah membaca hasil dan Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #6

2. Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran

Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA

Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA

Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA

Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Tugas pertama adalah membaca hasil ST30 dan mencocokkan dengan NHW 1-5, dan inilah hasilnya.

Aku ibu rumah tangga, aku mempunyai misi hidup menjadi konselor intern keluarga. 7 urutan bakat teratasku adalah: ideation, analytical, communication, emphaty, futuristic, connectedness dan significance. 3 bakat pertamaku juga merupakan bakat dominan suami. Adapun 7 urutan bakat terbawahku adalah: adaptibility, activator, woo, positivity, command, achiever serta competition. Aku dan suami mempunyai 3 bakat terlemah yang sama yaitu positivity, woo dan competition. Pada urutan bakat ke-8 ada 4 bakat dengan skor sama yaitu deliberative, arranger, harmony dan context.

3 bakat utama pertama juga merupakan bakat suami, jadi secara tim kami terbiasa membangun ide dengan analisis yang jelas dan detail sebelum mengerjakan proyek-proyek anak-anak dan keluarga. Dalam menjalankan peran sebagai konselor intern keluarga, gabungan antara bakat ideation dan communication biasanya menjelma menjadi sosok ibu yang doyan ngobrol dan cerita. Mengemukakan ide, gagasan juga kini menular kepada anak-anak, biasanya kemudian kalimat yang tersampaikan adalah ‘Aha! Bunda punya ide, bagaimana kalau…’ struktur kalimat awalnya dan intonasi suara persis sama seperti yang dicopy oleh anak-anak 🙂

Tugas selanjutnya adalah mengaktivasi yang sebenarnya merupakan bakat bawahku dan juga bukan merupakan bakat dominan suamiku. Efeknya kadang ide jadi hanya sekedar ide, kami menjadi keluarga yang santai, tanpa target. Berkolaborasi dengan seorang aktivator dapat membuat gagasan menjadi kenyataan. Meskipun pada prinsipnya lebih baik ‘meninggikan gunung dan bukan meratakan lembah’ aku pikir bakat aktivator merupakan bakat yang perlu diasah dan dikembangkan. Ada beberapa hal yang sifatnya intern keluarga harus diaktivasi didalam keluarga tersebut, dan tidak bisa diaktivasi oleh orang lain. Oleh sebab itu beberapa proyek keluarga sedernaha mulai kami lakukan termasuk proyek-proyek yang melibatkan orang lain, beberapa sudah kami inisiasi dirumah, sebagai bentuk aktivasi dalam keluarga kami.

Khusus untuk emphaty, secara umum aku tak terlihat sebagai orang dengan bakat emphaty tinggi. Hal ini karena bibit-bibit ‘bisa melakukan pengorbanan yang berlebihan’ sudah terlihat oleh suamiku. Maka dengan bakat command yang tinggi dari suami, beliau bisa lebih menempatkan bakatku hanya untuk anak-anak dan keluarga secara pas. Bakat futuristic dan connectedness yang cukup tinggi mengimbangi bakat analytical yang sama-sama tinggi bagiku dan bagi suami. Mengambil hikmah, pelajaran yang bisa diambil dalam setiap situasi merupakan salah satu bagian yang penting yang kami terapkan dirumah. Mencontohkannya kepada anak-anak dari hal-hal kecil dan berdiskusi bersama biasanya menjadi menu wajib setiap harinya.

Sebagai orang dengan bakat significance, deliberative dan harmony tinggi, aku termasuk orang yang berhati-hati menempatkan postingan, susunan kata-kata baik dalam lisan ataupun tulisan. Kadang-kadang terpeleset juga karena bakat-bakat tadi masih dibawah bakat communicationku, yang biasanya membuat presepsi diri orang lain terhadapku adalah sebagai pribadi yang cheerfull.

Suami mengambil peran dalam mengimbangi ketidakbakatanku yaitu adaptibility, sebagai sosok dengan strategi dan command kuat. Hal ini sangat berpengaruh jika aku menghadapi perubahan jadwal mendadak.

Secara umum sebaran bakatku banyak di Generating Idea (Gi) dan Networking (N) sehingga untuk bisa merasa full, aktualisasi diriku ialah dengan berinteraksi dengan banyak orang-orang baik untuk sharing ataupun merumuskan ide. Dalam menjalankan peran sebagai konselor intern keluarga, kadang dalam prakteknya belum mendapatkan feedback yang yang pas dari anak-anak, oleh karenanya penting untuk menurunkan frequensi dan bicara sesuai dengan frekuensi anak-anak.

Tugas kedua adalah dengan membuat 4 kwadran kesukaan dan kebisaan

Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA

                Sharing, merumuskan ide, bercerita, jalan-jalan, menulis

Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA

                Menjahit, craft, bermusik

Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA

                Bekerja diranah publik

Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

                Memelihara binatang

ST30

#ODOPfor99days

#day112

#MatrikulasiBatch1

#InstitutIbuProfesional

#GoesToProfessionalMother

#NHW6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s