NHW4: Belajar Menjadi Manager Keluarga yang Baik

NICE HOMEWORK #4 BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA YANG BAIK

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang baik” Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup dan menemukan peran hidup anak-anak. Ada hal-hal yang kadang menggangu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS.

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita “Merasa Sibuk”, sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

  1. Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
  2. Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
  3. Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup.
  4. Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
  5. Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
  6. Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai. sehingga muncul program 7 to 7)
  7. Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
  8. kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

SELAMAT MENGERJAKAN

Jika rumah tangga adalah sebuah perusahaan, maka suami menempati peran sebagai direktur dan managernya adalah sang istri. Belajar menjadi manager keluarga yang baik adalah tema pembelajaran matrikulasi IIP diminggu ke-4. Materi yang bisa dibilang materi fitrah namun dalam pelaksanaannya tetap butuh ilmu. Sebagai ibu rumah tangga tentu perlu punya ilmu memilah dan memilih apa yang manjadi priorotas dalam kehidupannya, mengatur segimana besar keinginannya menjadi manager handal, sehingga mantap memilih dan memutuskan hal-hal apa saja yang dianggap penting.

Memilih 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting adalah pertanyaan pertama. Agak lama juga aku memikirkan ini, menimbang-nimbang apa yang paling penting untukku, yang tak hanya bersifat pribadi tapi juga bermanfaat untuk keluarga. Maka untuk pertanyaan ini, jawabanku adalah:

Aktivitas paling penting:

  1. Sharing
  2. Bermain dan menuliskan portofolio atau mendokumentasikan kegiatan dan perkembangan anak
  3. Ibadah dan belajar

Aktivitas paling ngga penting:

  1. Chit chat ngga penting
  2. Beberes super duper lama
  3. Ngotret-ngotret list kerjaan tapi ngga dikerjain juga

Jika pertanyaan ini diajukan beberapa tahun lalu belum tentu ini yang akan kutuliskan, namun kejadian beberapa hari ini jadi menguatkanku bahwa memang hal diatas yang benar-benar menjadi hal terpenting. Mengamati, menuliskan dan mendokumentasikan perkembangan anak adalah hal terindah yang benar-benar bermakna. Namun sayangnya dengan banyaknya pekerjaan domestik dan me time ala-ala yang sebenarnya ngga penting juga yang bikin aktivitas mendokumentasikan kegiatan anak menjadi terbengkalai.

Sebagai seorang communicator aku mulai membatasi diri dari ponsel bila bukan benar-benar penting. Kebiasaan ini awalnya bisa berkurang jika wiken, karena saat keluarga kumpul dunia luar sudah tak penting lagi. PRnya adalah ketika wikdey, mendahulukan kebutuhan bersosialisasi dengan teman atau anak terlebih dahulu.

Dalam memprioritaskan peran baik sebagai istri, ibu dan personal tetap harus ada manageman waktu, prioritas dari yang penting dan mendesak sehari-hari. Sebab jika tidak maka kegiatan yang kita lakukan serasa tak ada ujungnya, waktu akan selalu kurang, atau berjalan begitu cepat. Dipagi hari sejak sebuh hingga jam 7 pagi adalah waktuku mengerjakan kegiatan domestik, setelahnya memperbanyak jam terbang sebagai konselor intern keluarga dengan banyak bermain dan belajar bersama dengan anak-anak. Mengamati dan mencatat portofolio anak dan membuat kerangka penulisan untuk dijadikan catatan tumbuh kembang dan kemajuan prestasi anak untuk disusun rapi di malam hari. Secara umum kegiatan harianku seperti tabel dibawah, dengan memberikankan kandang waktu dari subuh hingga jam 7 pagi dan mulai lagi jam 7 malam, kadang dari semua jadwal masih ada saja yang tak beres dipagi hari dan dicicil diselesaikan pada malam hari.

PAGI WIKDEY(Subuh-jam 7 pagi)

  1. mencuci baju
  2. mencuci piring
  3. menyapu
  4. mengepel
  5. menyiapkan makanan
  6. menjemur

SORE WIKDEY(mulai dari jam 7 malam)

  1. menyetrika

Setelah lewat jam 7 pagi adalah waktunya pengembangan diri bersama anak lewat bermain, membaca buku, bercerita dan juga mengenalkan sedikit-sedikit aktivitas domestik sederhana, seperti memisah-misahkan jenis-jenis pakaian bersama anak atau merapihkan mainan. Mengamati dan mencatat kegiatan anak serta perkembangan anak-anak setiap harinya. Kegiatan semacam ini sudah rutin dilakukan, sehingga tidak banyak adaptasi dalam menjalankan aktivitas.

#ODOPfor99days

#day 108

#MatrikulasiBatch1

#NHW4

#InstitutIbuProfesional

#GoesToProfessionalMother

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s