Mini Portofolio Rayi

Anak kedua kami bernama Rejendra Zhafran Muttaqin, kami memanggilnya Rayi yang bisa diartikan sebagai adik dalam bahasa Sunda dan priyayi sekaligus.  Rayi adalah anak yang sangat kuat sejak dari dalam kandungan. Doa kami terpatri dalam namanya Rajendra yang berati raja yang amat kuat dalam bahasa Sansekerta, Zhafran yang berasal dari bahasa Arab yang berarti beruntung atau pemenang serta Muttaqin yang juga berasal dari bahasa Arab yang berarti menjadi orang yang bertaqwa. Kembali lagi tugas anak-anak sebagai khalifah juga tercakup dalam namanya, nama yang baru bisa launching ketika akikah di H+7.

20140507_184817
Rayi saat bayi

Beberapa hal yang bisa kami amati seputar fitrahnya Rayi adalah:

  1. Fitrah Perkembangan

Rayi lahir cukup minggu di rumah sakit Hermina Pasteur Bandung. Sempat mengalami pindah klinik karena aku mengalami inersia uteri. Menggunakan hampir 2,5 labu induksi Rayi lahir normal setelah dokter memecah ketubannya. Rayi sempat mengalami kuning dan harus disinar selama 3 hari, Alhamdulillah setelahnya keadaan Rayi berlangsung membaik. Diusianya yang kini menginjak 2,5 tahun Rayi bisa dibilang sudah memenuhi semua ceklis indikator dari Parameter Perkembangan 2 – 3 Tahun (Sumber: Buku Slow and Steady Get Me Ready oleh June R Oberlander). Rayi Sejak usia setahun Rayi terlihat banyak menggunakan tangan kirinya, dan semakin terlihat dominan diusianya yang kedua. Saat makan atau minum aku berusaha mengingatkan untuk menggunakan tangan kanannya, untuk hal-hal lain seperti mencoret-coret aku biarkan dengan tangan kiri. Motorik kasar dan halusnya berkembang baik seperti melompat, naik turun tangga dan mencoret-coret. Imajinasinya tinggi dan kosakatanya banyak. Rayi senang bercerita dan banyak bertanya walaupun dalam pelafalannya belum begitu jelas.

Rayi cukup berisi badannya, jika dilihat dari KMS grafik berat badannya Alhamdulillah selalu diatas standar. Termasuk anak yang jarang sakit, namun jika sekalinya sakit biasanya agak parah di 2-3 hari awal. Sakitnya hanya seputar batuk-pilek, namun bisa sampai panas tinggi dan nyaris tak bersuara.

Sifatnya keras dan presisten, tapi disisi lain Rayi bisa sangat lembut, berbagi dan mengalah. Sifat keukeuhnya biasanya muncul bila keinginannya tak terpenuhi, jika sudah begini hanya sikap sabar dan santai saja yang bisa menenangkannya karena makin dikerasin, makin ngamuk. Kami cukup terlambat dalam menamai emosi anak-anak dan ketika mendapati anak dengan karakter keras seperti Rayi barulah kami menerapkannya. Itu karena ternyata kami sendiri bingung dengan kemauan si anak, dan menamai perasaan membuatnya jadi lebih mudah.

  1. Fitrah Keimanan

Tak berbeda jauh dari kakaknya mengenai pendekatan menumbuhkan fitrah keimanan pada Rayi. Kakaknya banyak membantu kami soal ini, kebiasaan sang kakak bercerita dan mengajaknya bermain serta bernyanyi cukup membantu kami mengenalkan siapa Allah. Rayi adalah penggemar mobil, pengenalan siapa Allah biasanya kami lakukan dari mobil, tentang siapa yang menciptakan akal dibalik penciptaan mobil. Mengenalkan adab-adab sederhana dan doanya juga kami lakukan. Rayi adalah anak yang bangun untuk main dan senang bermain bersama, sehingga waktu sholat ayah bundanya adalah waktu off dari mainnya. Reaksinya biasanya nangis-nangis dan gugulitikan, lama kelamaan walaupun tak suka ditinggal sholat Rayi memilih ikut sholat walaupun sambil digendong dan naik turun punggung.

  1. Fitrah Belajar

Belajar bagi Rayi adalah bermain. Kebiasaannya Rayi yang terbaru adalah mengeluarkan semua buku-bukunya dan membukanya per halaman, memintaku bercerita lalu mencari kesamaannya dibuku lainnya. Seperti ketika mencari bentuk lingkaran dia akan mencari bentuk lingkaran dibuku lainnya, atau mencari nama dinosaurus di kartu mainnya di buku. Hobinya saat ini adalah main. Main apapun asal bersama dengan bundanya Rayi bisa senang seharian. Rayi senang jalan-jalan, membuang sampah ditempatnya, main sepeda roda 4, mendorong-dorong kereta bahkan memilih belanjaannya sendiri. Rayi adalah penyuka mobil tingkat berat, dia bisa keluar-masuk semua mobil di pameran, mencoba setirnya, pencet-pencet tombol dan sebagainnya di setiap mobil. Saat ini Rayi bisa hafal nama-nama mobil, setelah pada awalnya hanya hafal lambangnya, kini dari bentuk mobilnya Rayi sudah hafal. Rayi juga sudah paham bahwa lampu hijau untuk jalan, lampu merah untuk berhenti sedangkan lampu kuning berarti hati-hati dan itu artinya kendaraan harus ngerem. Saat jalan-jalan pagi atau sore adalah kegemaran Rayi eksplorasi, melihat belalang kecil dan belalang besar, melihat siput, kodok dan cacing, mengejar kupu-kupu dan ngobrol dengan sapi. Bertanya mengapa bunganya ungu, mengapa rumahnya tinggi, mengapa kucingnya tidur dan sebagainya.

  1. Fitrah Bakat

Rayi adalah pendongeng yang keren, kemampuan berceritanya mantap, dimulai dari sejak usia 2 tahun Rayi sudah mengarang cerita sederhana ‘perjalanan si ikan biru’ isinya ala Rayi, ikan biru bertemu dengan ikan kuning main ke rumah ikan pink, mereka main gembira, selesai. Dan kini ceritanya makin berkembang, mulai dari kejadian sehari-hari sampai membuat cerita ‘mobil bis’ bukan cerita semacam dongeng, tapi lebih ke gabungan antara menjelaskan produk as ambassador dan komentator sekaligus. Ada mobil bis kan, bisa diisi sama Rayi, sama ayah, sama bunda, sama kakak, bisa buat jalan-jalan, bisa belok kanan, bisa belok kiri, naik mobil seru. Kira-kira seperti itu, dan cara menjelaskannya banyak sekali menggunakan tangannya sebagai alat bantu menjelaskan. Kegemarannya akan mobil membuatnya senang dengan sesuatu yang berbau mobil, seperti juru parkir. Rayi senang mengatur letak parkiran mobil-mobilnya, dari yang terkecil sampai terbesar, kadang disusun berdasarkan jenisnya. Seringkali Rayi jadi juru parkir ayahnya, bahkan tak jarang saat ada di tempat umum dan ada yang akan parkir Rayi akan otomatis bilang ‘oop, oop, maju kanan oop’. Rayi menunjukkan bakat analisa dan fokus dengan mulai bisa mencari alasan untuk berhenti di minimarket agar bisa belanja, yaitu dengan mengatakan ingin pipis atau pup ketika berkendara. Rayi tahu bahwa membuang hajat dimobil adalah ketidak nyamanan baik baginya dan bagi orangtuanya (dimobil gitu loh) dan pilihannya adalah toilet masjid, SPBU atau minimarket. Kebanyakan yang akan dipilih untuk berhenti adalah minimarket dan disinilah Rayi bisa ke toilet dan belanja sekalian. Awal-awal suka terkecoh juga sih, lama-lama ketika Rayi bilang mau pipis kami tawarkan untuk pipis di SPBU saja dan Rayi keukeuh ‘di do’ayet ajah’ (do’ayet = indom*ret).

Berbeda dengan kakaknya yang sudah bersekolah diusia dini, Rayi sekolah sama bunda. Rayi jadi terbiasa ikut ketika aku beraktivitas. Memulai home based education ala Rayi dan banyak bermain. Kurikulum untuk Rayi yang pas saat ini adalah kurikulum bermain. Rayi belum memiliki cita-cita, tapi jika ditawarkan ingin bikin pabrik mobil sendiri atau peternakan sendiri Rayi bilang mau. Terlalu tinggi ya cita-cita emak bapaknya ini, tapi membayangkan tahun-tahun kedepan bukan hanya ada mobil Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero tapi ada Rajendra Bunda, Rajendra Ayah atau Rajendra Kakak terasa menyenangkan hehe. Penyiapan generasi aqil baligh juga sudah kami fikirkan untuk Rayi, berikut kurikulum main ala Rayi.

  • Fisik: Perkembangan fisik Rayi sama seperti kakaknya, diatas garis batas rata-rata. Kegemarannya ngemil kini sedikit demi sedikit mulai aku coba geser menjadi tidak ngemil atau ngemil yang homemade. Mengurangi msg dirumah tidak akan efektif kalau tetap banyak jajan diluar, itulah kenapa aku sekarang memilih sibuk didapur menyiapkan makanan dan cemilan. Kebiasaannya pilih-pilih makanan juga sedikit demi sedikit aku coba ubah. Makan apa yang disediakan, bersyukur atas rejeki yang sudah Allah tetapkan. Sedikit banyak aku pingin mengajarkan anak-anak untuk lebih santai dalam makan seperti ayahnya yang ngga pernah protes soal makanan, semuanya dibilang enak, semuanya dimakan. Khusus soal apresiasi makanan Rayi paling jago, ketika aku datang dengan baki penuh makanan Rayi akan bersorak sama seperti ayahnya ‘hwaaaa….makan(dengan mata berbinar) ataaaa….makaaaann cinih’ (ata alias kakak).
  • Mental: Rayi adalah anak yang senang diistimewakan, senang dituruti kemauannya dan bisa ngamuk-ngamuk bila tak dipenuhi. Membantunya mengenali perasaannya dan bicara mengenai alasan ayah bundanya belum/tidak bisa menuruti keinginannya kini menjadi hal umum dilakukan di keluarga kami. Sifatnya yang keras dan fokus perlu disimpan ke tempat yang tepat.
  • Akal: Rayi termasuk anak yang cerdas dan solutif, akalnya berkembang pesat dan mengagumkan. Kadang ada hal-hal yang diluar pemikiran kami tapi bisa keluar dari tindakan atau perkataan Rayi. Membaca buku, berjalan-jalan, mendongeng adalah beberapa cara yang bisa kami berikan sebagai stimulasi akalnya.

#ODOPfor99days

#day 105

#GoesToProfessionalMother

Advertisements

One thought on “Mini Portofolio Rayi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s