NHW3: Membuat Kurikulum Belajar yang gue banget

 

NICE HOME WORK #3

MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH BERBASIS HATI NURANI

Materi matrikulasi minggu ketiga ini bisa dibilang menantang. Nice Homework 3 (NHW3) nya sederhana, tidak membutuhkan banyak orang untuk diskusi, materi ini untuk diri sendiri malah. Namun disitulah letak tantangannya, perlu banyak waktu untuk mengerjakan NHW3. Kenapa? Karena kita tidak mengenali diri sendiri, paling tidak ini berlaku untukku, aku bisa dibilang baru mulai mengenali diri sendiri.

Inilah penampakan NHW3 nya.

Membuat Kurikulum Belajar yang “Gue Banget”

Bunda, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #3 dari proses belajar kita. Setelah semalam bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah berbasis hati nurani, maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

  1. Belajar konsisten untuk mengisi checklist harian, yang sudah anda buat di Nice Homework #1. Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
  2. Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #2, kemudian tetapkan pada diri bunda, Misi Hidup apa yang kita emban di muka bumi ini, bidang apa yang ingin anda kuasai.  
    Contoh : Misi Hidup  : memberikan inspirasi kepada banyak orang
                    Bidang  : Pendidikan Ibu dan Anak
                    Peran   : Inspirator 
  3. Setelah itu susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. 
    Contoh :  Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka tahapan ilmu yang harus saya kuasai adalah sbb:
    1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
    2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
    3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
    4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang
  4. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup
    contoh : Saya dulu menetapkan KM 0 saya pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang saya di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari saya dedikasikan 8 jam waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya. 
    Milestone yang saya buat saat itu :
    KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
    KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
    KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
    KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha
  5. Koreksi kembali checklist anda di NHW#1, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
  6. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Ini sejarah hidup saya dulu, maka buatlah sejarah hidup Anda.

Salam,
/Septi Peni/

  1. Parameterku cukup sederhana, tidak sedetail rekan-rekan lainnya mungkin. Namun ternyata dalam pengerjaannya ada ketimpangan pada bagian indikator sebagai personal, hampir setengahnya belum terkerjakan. Imbasnya kadang dalam menjalani peran yang lain aku menjadi tidak full. Banyak emosi yang bercampur dan mengganggu peranku sebagai ibu dan istri. Menyadari hal itu, aku menurunkan standar parameter. Tidak terlalu ngoyo tapi benefitnya tetap sama bagiku, bahkan lebih praktis.
  2. Mengisi tes di temu bakat atau Talents Mapping Assesment adalah cara yang sejauh ini menjadi penguatan bagiku dalam mengenali bakat pribadi. Mengetahui kekuanku dimana tak lantas paham dan bisa merasa suatu bidang ini adalah memang benar-benar bidang yang gue banget. Merenungi kesukaanku adalah menghabiskan waktu bersama keluarga dan sanggup menutup mata dari dunia luar jika sedang berkumpul bersama keluarga, maka inilah peranku dalam kehidupan ini:
    • Misi hidup: Bertumbuh dengan suami, dan bersama anak-anak mengembangkan fitrah-fitrahnya
    • Bidang pengembangan: Keluarga sendiri
    • Peran: Konselor Intern
  3. Ilmu apa saja harus dikuasai? Bunda sayang, bunda cekatan, public speaking, bunda shaliha, bunda produktif
    • Bunda sayang adalah ilmu seputar pengasuhan anak.
    • Bunda cekatan adalah ilmu seputar kecakapan dalam mengurus rumah tangga.
    • Public speaking adalah ilmu berbicara didepan umum, karena dalam prosesnya perlu penguatan dari komunitas.
    • Bunda Shaliha adalah ilmu tentang berbagi manfaat pada orang lain.
    • Bunda Produktif adalah ilmu seputar minat dan bakat, pengelolaan keuangan dsb.
  4. Jika Bandung punya KM0 di patung kereta api, maka KM0 aku berada diusia 24 tahun, usia ketika aku menikah.
    • KM0-KM2 adalah penguatan ilmu bunda cekatan. Sebelum menikah aku sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah namun menjadi pembelajaran dan penguatan lagi ketika pindah kerumah suami.
    • KM2-KM6 merupakan penguatan bunda sayang. Anak pertama lahir di KM1 tapi justru materi bunda sayang baru diterapkan di Km2. Setahun pertama adalah masa melepaskan diri dari belenggu post partum syndrome. Selain penguatan bunda sayang juga banyak menambah jam terbang bermain kreatif bersama anak, dan mendongeng.
    • KM6-KM8 mulai memasuki bunda shaliha, mulai memantaskan diri tampil didepan umum dan berbagi. Dimulai dari berbagi lewat obrolan, berbagi lewat tulisan, dan belajar public speaking untuk juga berbagi manfaat dengan tampil didepan umum.
    • KM8-seterusnya merupakan penguatan bunda produktif. Saat ini setelah di-breakdown parameter profesionalitas sebagai personal, istri dan ibu jadi terpetakan kebutuhan dasar agar aku bisa menjadi full. Aku membutuhkan banyak mitra baik untuk saling tukar pikiran maupun untuk mengaktivasi ide., baik yang bersifat keilmuan maupun yang bersifat profit. Hasil kolaborasi antara parameter profesionalitas dengan hasil TMA akhirnya menguatkanku untuk masuk ke ranah bunda produktif dengan cara bermitra. Alhamdulillah, aku menemukan rekan-rekan yang juga menomor satu kan keluarga daripada berniaga, sehingga suami mengizinkan untuk terus berkarya. Urusan rejeki adalah ikhtiar suami dan perlahan ketika aku bisa menjadi profesional konselor intern keluarga, maka rejeki pun Insya Allah akan mengikuti. Aamiin.
  5. Dalam ceklis NHW1 kini aku masukkan belajar dan praktek tentang bunda produktif, karena sekarang sudah akan memasuki KM8.
  6. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

#ODOPfor99days

#MatrikulasiBatch1

#NHW3

#day102

#InstitutIbuProfesional

#GoesToProfessionalMother

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s