Maaf tak sekedar ucapan

Setelah buku odong-odong dongeng yang masuk salah 1 buku asik untuk menumbuhkan curiosity intelligence anak, ada buku asik lain yang jadi buku seru mengajarkan etika.

Maaf tidak sekedar ucapan judulnya. Aha! Ini nih buku yang pas buat anak-anak. Melihat isinya dari buku yang tak bersampul bikin aku penasaran gimana ya nanti reaksi anak-anak ketika dibacakan? Zhizhi Siregar dan Arrahmanrendi cerdik sekali menggunakan latar belakang kerajaan beserta putri dan pangeran kecil didalamnya. Menempatkan tokoh utama yang bisa diasosiasikan dengan anak-anak sebagai putri dan pangeran dirumah beserta keegoannya. Tanpa merasa disandingkan, anak-anak akan belajar beretika dan berempati tanpa sadar.

Sebelumnya seri tentang maaf ini pernah aku tulis disini dengan versi yang berbeda, namun membahasakannya dalam format cerita anak belum pernah terfikir sebelumnya.

Buku setebal 40 halaman terbitan Bestari ini menggunahan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak. Dalam beberapa bagian terdapat monolog penulisnya sehingga ketika dibacakan pun tetap mendapatkan kesan bahwa buku ini luwes.

WP_20160422_23_45_06_Pro[1]

Jujur saja saat membeli buku ini aku tak pernah menyangka bahwa Rayi akan bisa tahan mendengarkan seluruh buku ini sampai selesai. Beberapa buku yang ia baca bahkan hanya berarti di beberapa bagian saja, misalnya dalam satu buku gambar buaya yang terlihat moncongnya saja lebih menarik baginya daripada keseluruhan cerita. Rayi sebenarnya termasuk anak yang bosenan, dia bisa minta diceritain tentang raja mobil, baru saja sang raja keluar dari garasi Rayi sudah minta diceritakan tentang raja pesawat yang akhirnya raja mobil bertemu raja pesawat di bandara.

Mungkin magnetnya memang berasal dari bahasanya yang santai, bahasa sehari-hari yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. Disamping itu ilustrasi  yang ditampilkan cukup besar dan berwarna menjadikan buku ini selain enak dibaca tulisan juga enak dibaca gambarnya. Baik kakak maupun Rayi bisa santai mendengarkan walaupun emosinya ‘dipermainkan’ sebegitu rupa dari mulai senang, sedih, bersalah, kreatif, berfikir dan menjadikan anak lebih mengolah rasa dan berempati.

#ODOPfor99days

#day79

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s