Keberkahan Waktu yang Hilang

Orang bilang hidup itu kaya roda, kadang diatas, kadang dibawah. Buat yang ngerasa udah sampai dititik terendah, bersiaplah untuk naik kemudian. Entah kenapa kalau buat aku sendiri sih ngga ngerasa diatas, ngga ngerasa dibawah, berita buruk ngga pernah terlalu buruk dan berita baik juga ngga jadi bikin semuanya jadi baik banget. Heu.

Ya gitu deh, ngerti kan ya maksudnya?

waktu berkah
http://www.imgrum.com

Hidup yang ibarat roda seperti itu kok kayanya lebih pas untuk sinetron-sinetron, mengalami situasi – konflik – meningkat konfliksnya – klimaks – antiklimaks berkali-kali sampai ribuan episode dan sampai beberapa sequel. Hidup aku mah santai, hectic dikit kalau ngerjain sesuatu, tapi ya gitu deh ngga pernah puyeng kayak digelindingin dengan tong raksasa.

Ah apalah roda dan tong buat buibu yang bekerja sebagai full time mom, nyambi sebagai blogger, sok sibuk disana sini dan tanpa asisten? Kesibukannya paling seputar anak-anak dan urusan domestik.

Pernah ngerasa kalo dengan beban pekerjaan yang sama bahkan lebih tapi bisa beres dalam sehari dan di hari lain kayanya kok ngga beres-beres aja? Pernah, sering apa ngga pernah?

Hebatan ih kalo ngga pernah mah, kalo aku statusnya adalah pernah, eh sering deng *selftoyor. Udah coba dibikin list kegiatan harian, pagi ngapain aja, sore ngapain, tetep aja ada bolong-bolongnya. Pernah nih sangat terinspirasi dengan managemen rumah tangganya bu Septi (Septi Peni Wulandari) yang pake sistem cut off. Pekerjaan rumah beres sebelum jam 7 pagi dan mulai dikerjakan lagi setelah jam 7 malam. Tapi stres, karena tetep ngga beres-beres juga. Jikapun dipaksakan biasanya ada juga hal-hal yang membuat pekerjaan jadi menumpuk, misalnya ngantuk, lemes, males dan teman-temannya.

Ternyata sebagai buibu setrong masalah ini ngga cuma menghinggapi aku aja, tapi juga beberapa teman yang lain, sampai akhirnya beberapa hal yang cukup menggelitik memaksaku untuk googling dan menemukan ini.

Barangsiapa bangun di pagi hari dan hanya dunia yang difikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya:

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
3. Keperluan yang tidak pernah merasa dipenuhi.
4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.

[Hadits Riwayat Muslim]

Keberkahan waktu, mungkin itu yang hilang saat ini. Waktu jadi terasa panjang tanpa adanya kemampuan kita untuk lebih produktif. Waktu bisa terasa pendek padahal tugas kita masih sangat banyak.

Jadi keingetan kalo dulu aku pernah baca 1-3 juzz perhari dan itu semua kerjaan beres. Bahkan masih bisa tiduran santai sambil baca chat yang jumlahnya ratusan. Rasanya seperti mustahil tapi itu terjadi.

Self reminder buatku sendiri hari ini adalah dahulukan Allah! Insya Allah semua beres.

#ODOPfor99days

#day64

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s