Hasil tes kematangan anak

Pernah denger tes kematangan  anak? Ngga asing kali ya buat buibu dan pakbapak yang anaknya mau masuk SD. Ternyata ngga kaya jaman aku SD dulu yang mana masuk SD mah masuk aja, tinggal daftar, bayar-bayar administrasi udah deh. Mau masuk SD sekarang canggih, udah mah biaya lumayan persayaratannya juga Subhanallah sekali. Pernah denger donk syarat masuk SD harus udah bisa baca tulis? Ada lah yaa 1 atau 2 sekolah mah.

Kepikir juga sih buat apa sih pake tes segala? Apa sih yang dilihat dari tes tersebut?  Apa bakalan disuruh nulis? Atau baca? Atau berhitung?

Kok kayaknya ini tes berat banget ya? Hehe…

Tes ini dilaksanakan disekolah Qaireen Senin-Jumat dengan 2 orang anak setiap harinya pagi dan siang. Sebelum tes dilaksanakan Guru kelas Qai udah bilang kalau nanti anak-anak  akan ada main sendiri-sendiri sama Bu Selly (psikolog). Anak-anak dikondisikan senyaman mungkin, dan untuk orangtua pesannya adalah menyiapkan anak tidur yang cukup dan sarapan sebelum tes dimulai.

Hasil tes baru aku dapatkan 2-3 minggu kemudian, dan hasilnya adalah jeng..jeng..jeng….

WP_20160322_09_37_30_Pro
Hasil tes Qaireen

Tes ini menggunakan alat ukur NST (Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test)  yang disusun oleh Prof F.J. Monks, Drs. Rost, dan Drs. N.H. Coffie dari Belanda.

Adapun poin yang diukur dalam tes ini adalah:

  • Pengamatan bentuk dan kemampuan membedakan: dasar dari kemampuan membaca dan menulis, didasari kemampuan visual-motorik
  • Motorik halus: dasar keterampilan menulis, kelenturan, tekanan dan tarikan garis dan juga cara memegang pensil
  • Perbandingan tentang besar, jumlah, perbandingan: konsep dan pemahaman dasar matematis
  • Pengamatan tajam: ketelitian dalam pengamatan, menunjang keterampilan membaca soal dan berhitung
  • Pengamatan kritis: membedakan hal penting dan tak penting
  • Konsentrasi: tekun, fokus, cermat dalam menyelesaikan tugas
  • Daya ingat: belajar mengelola informasi
  • Pengertian tantang objek dan penilaian terhadap situasi: kepekaan sosial, wawasan umum
  • Memahami cerita: kemampuan mendengar dan menyimak
  • Gambar orang: kehidupan emosi

 

 

Alhamdulillah Qai sudah bisa dikatakan siap masuk SD, karena tak ada skor yang berasa diwilayah merah, atau wilayah ragu-ragu.

Sebenarnya agak kaget dengan hasil tes ini karena muncul nilai IQ. Penilaian dengan angka apalagi IQ kok kesannya mendiskriminasikan sekali ya? Kesannya gimanaaa…gitu.

Disana terlihat ada verbal scale IQ dan performance scale IQ yang nilainya ngga jauh beda, 115 dan 116. Itu adalah gambaran kemampuan anak dalan sisi verbal dan presepsi. Jika diantara kedua skala ini rentangnya jauh lebih dari 10 berarti bisa jadi ada indikasi gangguan, seperti disleksia dan sebagainya. Tapi untuk Qai sendiri dengan kedua skala IQ yang tidak jauh berbeda IQ yang muncul baru dikisaran 117 saja, ada gap 12 yang tak muncul padahal potensi IQ yang sebenarnya adalah 129.

12 poin yang tak muncul ini kemudian aku tanyakan juga, nyasar dimana? Walaupun dalam penjelasan hasil terjawab bahwa Qai kurang fokus. Agak timpang sebenarnya dengan melihat hasil tes diatas, karena skor konsentrasi, daya ingat cukup tinggi.

Jika dilihat dari konsentrasi dan fokus, ada beberapa hal yang dinilai oleh psikolog, yaitu:

  • Fokus pada sumber tertentu
  • Fokus pada sumber tertentu dalam rentang waktu tertentu
  • Mengubah fokus dari 1 kegiatan ke kegiatan lain
  • Membagi fokus perhatian pada lebih dari 1 kegiatan dalam 1 waktu

Mungkin saja dalam penilaian saat itu Qai bagus, tapi jika digabungkan dengan penilaian sehari-hari memang Qai kurang fokus untuk beberapa hal. Sejak sebelum PG Qai memang kurang bagian lempar-tangkap bola, olahraganya lemah, ketika renang pun gerakannya kurang mantap. Bagian-bagian yang berkaitan dengan motorik kasarlah pokoknya. Kemampuan meloncatnya baru ajeg setelah umur 5 tahun, yang biasanya anak 2 tahun sudah mencapai tahap ini. Jika lempar-tangkap bola, bola kemana, tangan kemana, mata kemana. Bukan hal baru sih sebenarnya untuk kami orangtuanya. Kalau saran dari psikolognya sih, Qai perlu dilatih untuk mengerjakan tugas harian mandiri supaya lebih fokus. Jadilah tugas-tugas Qai ditempel dipintu kamarnya untuk pengingat setiap harinya. Walau kadang tetap saja “Kakaaaakkk, tugasnya apa ya hari ini?”

 

Soal motorik kasarnya bukan kali ini saja terbahas bersama sekolah, Qai pernah terapi renang, yang sayangnya terhenti karena ayahnya kurang sreg dengan tempat renangnya. Bermain lempar-tangkap bola, badminton, berkuda juga sering dilakukan. Belum terlihat secara signifikan sih perubahannya, namun kami tetap memberikan stimulasi-stimulasi untuk motorik dan fokusnya.

Satu hal yang juga menarik dalam mengembangkan fokus menurut psikolognya adalah dengan bercerita, bisa dengan buku ataupun tidak. Anak-anak yang dibiasakan mendengarkan cerita secara terus menerus akan mengembangkan imajinasi mereka. Efeknya selain fokus bertambah, kosa kata bertambah, imajinasi berkembang dan bisa dituangkan dalam menceritakan kembali atau menuangkannya dalam sebuah gambar.

Manfaat dari bercerita juga menjadikan anak lebih matang dalam keterampilan membaca, seperti:

  1. Mendengar dan berbicara
  2. Pemahaman konsep
  3. Keterampilan visual preseption
  4. Keterampilan auditori preseption
  5. Pengetahuan tantang huruf alfabet
  6. Penguasaan kiri dan kanan
  7. Pengenalan kosakata

Khusus membacakan cerita bisa melatih fokus sebenarnya baru aku tahu setelah dijelaskan oleh psikolog, kalau untuk mengembangkan kemampuan bacanya sih udah umum tahu. Hasil tes Frostig Qai juga menunjukkan bahwa kemampuannya melebihi dari umur sebenarnya. Tes Frostig sendiri merupakan tes untuk mengukur presepsi visual anak-anak. Ada 5 bagian yang diteliti dan kelimanya memiliki nilai masing-masing.

  1. Eye motor coordination, adalah tes koordinasi mata dan tangan dengan menggambar garis lurus, garis lengkung, dan garis patah dari satu titik ke titik lain tanpa garis pembimbing, mirip dot to dot gitulah tesnya.
  2. Figure-ground, meliputi persepsi bentuk dengan tingkat kerumitan latar belakang yang berbeda.
  3. Constancy of shapes, yaitu pengenalan bentuk-bentuk geometris dalam berbagai ukuran, penonjolan, letak dalam ruang, serta pemisahan dari bentuk-bentuk geometris lain yang mirip.
  4. Position of shape, berupa pengenalan gambar-gambar yang terbalik atau diputar-putar.
  5. Spatial relationships, berupa analisis bentuk dan pola sederhana, terdiri dari garis-garis dengan panjang dan sudut berbeda.

Dari tes frostig ini agak wow juga sih dengan hasilnya, karena ternyata Qai bisa dibilang 1-4 tahun lebih matang dari usia sebenarnya. Mungkin itu juga karena Qai terbiasa mendengarkan aku mendongeng dan membacakan cerita.

PR kami sebagai orangtua masih banyak, mengembangkan kemampuan anak-anak agar bertumbuh dengan optimal tanpa anak merasa terbebani dan dengan cara yang menyenangkan . Dan itu yang penting! Tanpa mengecilkan atau membesar-besarkan hasil tes ini, yang terpenting adalah langkah selanjutnya.

Masih tetap belajar menjadi orangtua terbaik dengan banyak belajar.

 

Sumber:

Hot Issue : Test Kematangan Masuk SD (Part Three)

http://fpsi.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2012/06/rahma-membaca-Agustus-2009.pdf

#ODOPfor99days

#day61

#funrenthink

Advertisements

2 thoughts on “Hasil tes kematangan anak

  1. Salam kenal Mbak. Anakku baru aja tes kematangan SD nih. Tapi hasilnya nggak segamblang ini. Hahaha..btw, gimana si kakak sekolahnya sekarang? Seberapa membantu hasil tes ini untuk belajarnya kakak di SD Mbak?

    1. Salam kenal juga mbak, kalo sejauh ini sih memang untuk belajar yang lebih ke kognitif sih hasilnya oke. Sekarang ini udah mau naik kelas 2 dan ngga ada tantangan berarti dalam pembelajarannya. Hanya memang jika berhubungan dengan emosi seperti keberanian tampil, kemudahan mengungkapkan gagasan dan perasaan ngga akan tercover dengan tes seperti ini, karena memang tujuan tes ini lebih untuk kematangan belajar di area kognitif saja 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s