Apa sih yang dipikirkan orang yang selingkuh?

Selingkuh adalah kata yang jauh banget dari bayanganku, apalagi setelah menikah. Kata-kata bahkan lelucon selingkuh itu indah, nyatanya akan pedih bagi si korban. Jadikan aku yang kedua makes you happy? Ngga tuh kalau aku. Tapi mengetahui ada beberapa kerabat dan kenalan yang ‘berprofesi’ sebagai pelaku maupun sebagai korban mau tak mau menimbulkan tanya ‘apa sih yang dipikirkan orang yang selingkuh?’

Pernikahan adalah sebuah langkah menggenapkan dien. Setengah dari agama kita ada dalam sebuah pernikahan. Lalu pernikahan seperti apa yang ingin kita bangun? Keluarga seperti apa yang ingin kita wujudkan? Menjadi keluaga yang berilmu? Menjadi keluarga yang sederhana? Menjadi keluarga yang saling menyayangi? Atau sekedar menjadi keluarga? Apa sih yang diharapkan dari sebuah pernikahan? Kebahagiaan? Ketentraman? Anak? Masih ingat dengan doa ini?

Baarokallaahu Laka Wa Baaroka ‘Alaika Wa Jama’a Bainakumaa Fii Khoir

Artinya:

Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan

Atau harapan ketika kerabat berkata ‘semoga manjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah’. Dimana semua harapan dan doa itu? Apa kebaikan dari sebuah perselingkuhan?

Apa selingkuh mencari kebahagiaan? Lalu bagaimana dengan cita-cita keluarga yang dibangun dengan landasan sakinah? Sakinah yang diartikan sebagai damai, tentram, nyaman dan bahagia. Dimana semua itu ditinggalkan? Atau bahkan tak pernah terbangun? Atau mungkin tak tahu dimana landasan itu berada?

Apa selingkuh karena tak lagi mencintai pasangan? Lalu bagaimana dengan cita-cita keluarga yang dibangun dengan mawaddah dan rohmah? Dibangun dengan cinta serta kelapangan untuk saling menerima kekurangan. Apa pernikahan bisa meniadakan cinta? Cinta itu dibangun bukan datang tiba-tiba. Perlu adanya saling, tak bisa hanya seorang saja yang berusaha.

Tega-teganya mengorbankan pernikahan yang bahkan ijab qobulnya setara dengan janji Rasul pada Rabbnya, yang dalam Al-Quran disebut sebagai Mitsaqan Ghalidza atau perjanjian yang berat. Saking beratnya bahkan Arsy Allah bergetar karenanya, yang bahkan malaikat ikut mendoakan sang pengantin.

Tolonglah jangan berlindung dibalik ketidakharmonisan, berkilah karena terlanjur cinta lah, bahkan sampai mempunyai anak hasil dari perselingkuhan. Selingkuh bukanlah jalan! Pelaku perselingkuhan hanyalah pengambil resiko yang tak berfikir jauh, mengukur kemampuan bertahan dari perselingkuhan dengan menyemplungkan diri kedalam zona rawan dan akhirnya, you did that!

Pernikahan memang tak bisa dibilang mudah, oleh karenanya Allah membolehkan perceraian walaupun sangat membencinya. Tapi sekali lagi tolonglah dengan cara yang baik, jangan selingkuh! Ketika perceraian terjadi itu cuma menumpulkan masalah yang sebenarnya terjadi jika salah satu pihak sudah selingkuh.

Buat kamu sebagai ‘pelaku’ perselingkuhan, aku tetap tak bisa memahami tindakan kamu, harus kamu pahami banyak orang yang terluka atas tindakan kamu, terlebih untuk pasangan dan anak-anak kamu. Untuk kamu sebagai ‘rekan pelaku’ perselingkuhan, mungkin ngga akan terlalu ngena kalau aku minta kamu untuk merasakan menjadi korban, mungkin juga ngga akan terlalu ngaruh kalau aku minta untuk meninggalkan rekan kamu yang menjadi pasangan orang lain. Jikapun kamu menjadi pasangan resmi ‘pelaku’ selingkuh aku tak yakin keluarga yang dibangun menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, walaupun semuanya adalah hak prerogatif Allah. Untuk kamu yang menjadi korban, bersabarlah, Allah punya rencana indah untuk kamu.

#ODOPfor099days

#day60

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s