Pasar Sehat: nostalgia beberapa tahun silam

Minggu lalu kami sekeluarga mengunjungi pasar sehat di pelataran Trans Studio Mall. Di Pasar sehat ini banyak sekali booth yang mengedepankan solusi atas isu-isu lingkungan yang ada saat ini, seperti sayur organik, cara bertanam organik, pemilahan sampah, hasil olahan organik dan sebagainya. Melihat kegiatan seperti ini mengingatkanku pada beberapa event lingkungan yang kuikuti beberapa tahun lalu.

pasar sehat
Bareng Bu Sri Putri, founder Green Citarum

Jika mendengar kata lingkungan biasanya yang terbayang adalah hutan hijau dengan sinar matahari yang menerobos dedaunan, udara sejuk, bersih, agak terasa lembab dan pandangan yang sedikit kabur karena tertutupi kabut. Ada pula yang membayangkan tentang lingkungan laut lengkap dengan deburan ombak dan burung-burung laut yang beterbangan, atau pantai dengan ombak yang tenang dengan pamandangan taman laut yang cantik. Atau bisa juga lingkungan yang terbayang adalah daerah sekitar rumah lengkap dengan hijaunya, lengkap dengan sampahnya, lengkap dengan selokannya.

Tidak salah karena memang itulah lingkungan kita, lingkungan terdekat yang kita rasakan, kita bentuk dan kita nikmati setiap hari.

Beberapa tahun belakangan ini isu lingkungan banyak sekali digaungkan, mulai dari perburuan liar, degradasi hutan, normalisasi sungai, penyalahgunaan lahan, cara pengolahan dan pengelompokkan sampah, juga munculnya banyak produk lokal berbasis ramah lingkungan. Banyak pula aktivis lingkungan yang konsisten melakukan edukasi seputar masalah lingkungan dengan tergabung dengan komunitas atau LSM lingkungan. Ngga jauh berbeda sebenarnya dari beberapa tahun lalu, namun menariknya adalah edukasi lingkungan kini lebih bagus karena dikemas dalam kegiatan yang menarik dan sifatnya asertif alih-alih menyalahkan dan menyudutkan pihak tertentu.

Sebenarnya kita juga bisa berpartisipasi dalam penyelamatan lingkungan, semua dimulai dari diri kita sendiri. Memilah sampah, tabung di bank sampah seperti yang dilakukan oleh teh Isti dengan Bumi Inspirasinya, mulai mengomposkan sisa-sisa makanan dan menjadikannya pupuk organik, berkebun tanpa menggunakan bahan-bahan kimia seperti yang digagas Bu Sri Putri dengan Green Citarumnya dan sebagainya.

Berkunjung ke acara lingkungan semacam ini memang membuat nostalgia. Walaupun tak banyak booth yang kukunjungi, tapi sepintas lewat tak kulihat komunitas-komunitas yang dulu biasa tergabung bersama dalam event lingkungan seperti Bicons, Konus, YPBB, YPAL, ah jadi kangen nih ma temen-temen semua….

#ODOPfor99days

#day56

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s