Efek baper terhadap hasil tulisan

Tanaman yang baru dipindah dari tempat asalnya pasti akan memiliki masa adaptasi untuk kemudian bertahan atau layu di rumah barunya. Sama seperti kita yang bersosialisasi dan berdiskusi dengan banyak orang banyak membuat kita menemukan 2 jalan, berkembang atau mengkerut.

Hasil obrolan di grup ODOP tentang blogging dan pernak pernik termasuk master-masternya mau ngga mau menggelitik juga untuk kepo? Apa artinya itu istilah-istilah robot yang baru pertama kali denger? SEO? Page rank? Blog dibikin .com gunanya apa? Blog yang bagus tuh yang kaya gimana? Masternya siapa saja sih? Kenapa bisa jadi master? Setelah liat blognya muncul pertanyaan lain, kok bisa temanya konsisten dan tetep berbobot, padahal dari gaya penulisan ngga jauh beda dari kita-kita.
Jujur nih pembahasan tentang ini bikin aku ngga konsen baca grup juga, berapa ratus chat aku diemin aja, dibuka juga ngga. Merasa sedikit tertohok karena merasa isi blog aku masih ece ece banget. Boro-boro mikirin page rank, dan teman-temannya, blog walking juga jarang.
Mulai deh baperan…
Ilmu terangnya mulai dipake
Terang aja master, ngeblognya dah lama
Terang aja master, ngikut lomba menang mulu
Terang aja master, tema blognya yang dicari-cari orang
Dan segala terang lainnya yang malah bikin silau.
Efek baperan ini ternyata bikin tulisan mandeg, 3 hari ngga nulis dan tetap saja ruwetnya pikiran ini ngga terurai-urai juga.
Sepertinya terlalu lebay ya dramatisasinya, padahal ratusan chat tak tersentuh jempol ini kan karena lagi riweuh aja ngurusin banjir BanSel.
Wajar ngga sih baper? Mau ngga mau ya yang begini ini pasti ada aja yang ngalamin ngga pede lah, ngerasa kesindirlah, yang malah bikin jadi mengkerut n mundur. Kalo udah ada yang mundur giliran Cita Citata yang maju dengan segala pembenaran diri tentang ‘da aku mah apa atuh?’ Atau mau mencoba maju dengan meninggalkan identitas diri? Ah ngga aku banget ini mah.
I’ll tell U this!
Buat aku yang ngalamin banget mempede-pede kan dari pengalaman ngga ngenakin memilih mengkerut itu big NO.
Aku pernah bikin blog dengan rumah sendiri, ngga nebeng blogspot atau wordpress dengan tema yang tertentu yang bagus menurutku dan aku ngga menikmatinya karena bukan aku banget. Masalahnya bukan hanya ngga nyamannya, karena ngga diperpanjang akhirnya mati juga. Kontennya kurang greget karena memang ngga nguasai materi, asal comot poles dikit voila jadilah plagiarisme yang didandani. Belajar SEO, page rank yang bikin bingung sendirian dan kembali lagi kok kayaknya aku jadi malah ngelupain kenapa aku nulis.
Ujung-ujungnya pasti balik lagi alasan kenapa ngeblog. Ngga akan ada habisnya kalau masih mikir mau mulai darimana, nulisnya harus kaya gimana, tema apa yang banyak dicari orang, bikin blog cantik gimana caranya dan sebagainya. Nulis mah nulis aja, mau nanti bagus apa ngga mah bisa diedit.
Ungkapan just be your self yang bertebaran sejak jaman Cleopatra pake popok ini ternyata ada bener nya juga. Be your self yang bertanggung jawab ya maksudnya, ngga serta merta caci mencaci di blog atau mengungkapkan kekesalan dan cibiran semena-mena. Pede aja sama yang udah kita kerjain, itu adalah sebuah pencapaian. Mulai menghargai apa yang sudah kita kerjakan. Syukuri hal-hal kecil semacam ini, itu adalah langkah kita, itu adalah karya kita.
Nulis pengalaman pribadi di blog ngga masalah, ngga semua orang punya pengalaman kaya kita. Persoalan pengalaman kita dibaca ama orang atau ngga juga ngga masalah, paling ngga kita bisa jadikan menulis sebagai pensieve kita. Taukan pensieve? Kuali tempat naro semua pikiran rumetnya Dumbledore, apakah kepake? Ngga buat orang lain, tapi kepake sama Harry Potter buat nyari info tentang Voldemort. Blog kita pun sama, ngga bisa dipaksa semua orang harus baca blog kita, karena kebutuhan baca tiap orang beda-beda.
pensieve
sumber: internet
Buat aku sih menulis tanpa memikirkan segala embel-embel per-blog-an justru malah bikin ngga ada beban, karena satu-satunya yang menuntut kita menulis adalah diri kita sendiri. Apakah blog kita bisa bermanfaat? Kalau iya Alhamdulillah, itu bonus. Kalau ngga? Berarti belum saatnya.
#ODOPfor99days
#day54
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s