Cooking: menghias kue

Sabtu lalu aku mengikuti kopdar perdana rumbel (rumah belajar) boga IIP. Sengaja kusempatkan karena berbagai macam alasan, selain karena tempatnya yang dekat, ini ajang kopdar gitu loh, dan yang paling penting adalah main coursenya adalah menghias kue, kegiatan yang pasti anak-anak suka.

Phototastic-29_02_2016_c43bb50b-8faf-42ca-a9ef-a492b66f82db(1)[1]Seperti biasa tanpa bilang iya pun, suamiku ayo-ayo aja aku mau ngapain atau mau kemana dan akhirnya kita nih sekeluarga berangkatlah ke rumbel boga. Bertempat di sebuah rumah di Sukup Baru, teh Nifah dan keluarga sangat baik mau menyediakan tempat, alat dan bahan. Sepertinya rumah itu memang biasa digunakan sebagai tempat belajar, terlihat dari whiteboard, jajaran buku-buku agama serta beberapa peraga didindingnya. Ruangan full karpet dan kombinasi celoteh emak serta anaknya ramai terdengar sejak sebelum masuk kedalam ruangan. Wajar saja karena 40 orang yang daftar belum termasuk anak-anak dan suami, kebayangkan penuhnya? Minus 1-2 keluarga yang tak jadi datang tak mengurangi keramaian yang ada.

Acara membuat kue sudah bisa diprediksi, banyak remah-remah terpelanting disana sini saking banyaknya tangan yang bekerjasama mencampur semua bahan. Beberapa tangisan bayi terdengar bersahut-sahutan, yang satu tidur yang lain merajuk. Ibu-ibu lainnya memilih absen dari kegiatan campur mencampur dan memilih saling curhat. Sementara para ayah memilih duduk-duduk diluar mengasuh anak-anak yang lebih kecil atau sekedar menunggui istrinya. Suamiku pun sama memilih mengajak Rayi bermain diluar, mengejar kucing atau bermain di paud yang kebetulan berada persis didepan rumbel.

Menunggu menghias kue itu adalah bagian yang tak menyenangkan, apalagi ketika lupa bawa wadah bekal dan ngga kebagian kue matang untuk dihias, dan itu yang dialami oleh Qaireen. Cemberut aja didepan pintu, sambil mau nangis cup cup cup. Berbekal piring pinjaman dan sabar menunggu akhirnya Qai berhasil juga menghias kue nya. Namun hal yang tak menyenangkan bagi Qai belum selesai, Rayi datang dan sekonyong-konyong menyambar kue hias kakaknya lalu menjilati gula warna warni yang tersusun dengan cantiknya tanpa berdosa. “Dah abish” begitu katanya ketika gula warna-warni itu habis tak bersisa meninggalkan sang kakak dengan pandangan memelas pada ayahnya ‘ayaaaahhhh…..itu Rayi” dan ayahnnya hanya bisa ketawa.

Rayi kembali ke aktivitasnya mengejar kucing, Qaireen pun kembali menghias kue-kuenya, termasuk kue hasil jilatan adiknya disulap lagi menjadi gambar yang lebih ceria. Tambahan beberapa buah kue untuk dihias membuat Qai sekarang menjadi lebih santai ketika adiknya datang lagi dan menjilati gula warna-warni hasil karya kakaknya, malah Qai sempat bertanya “Ray, udah dijilatinnya? Sini mau kakak hias lagi.”

3 jam berkutat dengan kue, akhirnya sampai juga pada jam makan siang. Sayangnya karena Rayi tak berselera makan membuat kami terpaksa memilih pulang duluan. Dan seperti biasanya sesi foto bersama pun terlewat, hiks..*lebhay.

Untuk resep kuenya, aku copas dari blognya teh Nita

Bahan Cookies :

  • 1 kg tepung terigu
  • 500gr gula halus
  • 500gr mentega
  • 6 butir kuning telur
  • 3 sdm susu bubuk
  • 1sdm essens vanila

Bahan icing :

  • 6 butir putih telur.
  • Gula bubuk
  • Air jeruk nipis
  • Pewarna makanan segala warna

Selamat berkreasi ^^

 

#ODOPfor99days

#day42

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s