Belajar dari Upin dan Ipin

Siapa yang tak mengenal sosok Upin dan Ipin? Sejak kemunculannya beberapa tahun yang lalu kartun asal Malaysia ini menarik hati jutaan anak-anak bahkan orang dewasa di Indonesia. Berbagai produk bertemakan Upin Ipin banyak bermunculan, dari mulai tas, kaos, sampai daleman anak-anak. Aku termasuk penggemar Upin Ipin jauh sebelum masuk ke ranah televisi nasional melalui youtube.

uipin
Gambar ngambil dari internet ^^

Pada umumnya setiap tontonan mempunyai tema umum yang ingin disampaikan. Ambilah contoh naruto dan one piece, kartun asal Jepang ini mengetengahkan tema tentang persahabatan dan pentingnya membangun kepercayaan dengan sahabat terlepas dari segala kontra yang menyertainya. Lain lagi dengan kartun atau serial super hero yang biasanya mengetengahkan tema kebaikan pasti menang melawan kejahatan. Tema lain yang pernah kutemui adalah tema tentang perbuatan buruk yang akhirnya disesali dan mencoba berubah menjadi baik, seperti Strawberry Shortcake dan Thomas. Lain lagi dengan Upin Ipin yang mengetengahkan tema kehidupan sehari-hari, seperti juga doraemon serta Adit dan Sopo Jarwo.

Dari keseluruhan tontonan anak, salah satu yang menjadi dasar pertimbangan aku membolehkan untuk anak adalah karakter tokohnya. Karakter utama dan perintilan dalam sebuah tontonan paling tidak mendukung anak-anak akan dibentuk seperti apa, ini termasuk dalam memberikan contoh perilaku kepada anak lewat tontonan. Karakter Upin Ipin dan pendukung-pendukungnya sangat kuat, walaupun ada yang kurang sesuai tapi menurutku masih bisa diterima.

Rasanya ketika melihat Upin Ipin dan teman-temannya begitu santai bermain, menjelajahi kampung dengan aman, membuat pengukuhan cita-cita dan didukung, bangga bisa menyampaikan ide dan cerita, bertualang dan balajar dari pengalaman dengan orang-orang sekampung itu bikin iri. Seluruh masyarakat ikut membangun karakter dan menjaga anak-anak, membiarkan anak-anak berkegiatan tanpa khawatir berlebihan. Orang dewasa mampu menempatkan diri sebagai pengayom, tak pernah memotong cerita anak-anak, memberikan contoh dan memberikan rambu-rambu tanpa kekangan. Berkreasi dan membangun aksi nyata bisa anak-anak lakukan tanpa canggung, ide-ide yang mengalir bisa langsung diimplementasikan tanpa banyak ba bi bu, orang dewasa pun tak banyak melarang.

Keluarga Upin Ipin bersama Opah dan Kak Ros memang tak bisa dibilang sempurna, namun peran ayah bisa dipenuhi oleh Atok Dalang tanpa harus diminta. Ideal rasanya jika lingkungan kita bisa bersinergi dalam membangun kehidupan anak-anak lebih baik lagi. Bebas tanpa takut melepas anak-anak menimba banyak pengalaman, mengasuh bersama menjadi kewajiban, karena butuh sekampung senegara untuk mendidik anak berkarakter kuat. Mudah-mudahan tak hanya berakhir hanya harapan saja, tapi bisa terwujud tak lama lagi. Aamiin.

#funrenthink

#ODOPfor99days

#day40

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s