Antara hujan, kehilangan, dan syukur

Dulu saat masih ngontrak di Cisaranten aku punya wilayah perbatasan hujan, biasanya kalau di tengah kota hujan, dirumahku pasti terang benderang dengan garis batas hujan di daerah pacuan kuda Arcamanik. Tidak ilmiah memang, sama seperti tidak ilmiahnya prediksi hujan ketika masa SMA dulu, jika hujan berarti anak basket lagi main di lapang, jika cerah berarti lapang kosong dan bisa dipake latihan anak karate, that’s me hehe.

Ngomong-ngomong soal hujan, saat masih gadis dulu beda lagi, biasanya bapak akan duduk-duduk di ruang tamu yang dibuka pintunya. Membiarkan angin masuk sambil menikmati teh jeruk dan cemilan lainnya. Jika bapak sudah asik sendiri leyeh-leyeh biasanya ibu dan anak-anak langsung nimbrung sekedar cerita-cerita ringan. Tapi kalau bapak kesepian leyeh-leyeh sendiri karena anak-anak sibuk dengan PR nya atau ibu sibuk masak biasanya manggil kita-kita juga sih. Mengintai, begitu bapak mengistilahkannya. Mengintai jadi kegiatan semi wajib kalau hujan, biasanya kami nih anak-anaknya ibu-bapak langsung sigap bawa lampit (semacam tikar) dan bantal untuk dipakai di ruang tamu. Lalu kami sembunyi dibalik rimbunnya dedaunan dan ya memang asli mengintai orang-orang yang lewat.
Hujan selalu asik bersama bapak.
WP_20160222_17_25_12_Pro[1]
Pulang-pulang rumah bocor dan beginilah nasip si karpet
Hujan saat sudah menikah apalagi sudah memiliki anak lain lagi ceritanya, biasanya ketika hujan belum ngumpul sekeluarga itu rasanya ngga tenang. Tapi kalau hujan lebat walaupun masih dijalan rasanya tenang-tenang saja. Walaupun rumah bocor, ya tetep Alhamdulillah. Setiap rumah yang aku tinggali pasti saja pernah mengalami bocor, baik rumah orang tua, rumah kontrakan sampai rumah sendiri tak lepas dari bocor.

Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ  اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (HR. Bukhari no. 1032)

Doa ini jarang sekali aku panjatkan, yang ada aku malah sibuk dengan doa-doa yang lain, berhubung waktu ketika hujan adalah termasuk waktu yang mustajab. Namun mungkin beberapa orang pernah berdoa ini saat akan menggasak rumah kontrakanku. Pas sekali, ketika hujan, kami tak dirumah, dan hasil jarahannya bisa bermanfaar, mantap!
Lupakan soal kesinisanku, itu sudah lewat. Awal-awal memang susah sekali menerimamya, banyak menyalahkan orang, marah-marah dan mengutuk (Astaghfirullahaladziim) orang-orang yang menurut perkiraanku bersalah walaupun itu belum terbukti. Yang jelas rumah itu terlihat rapi saat digasak, bahkan kamar-kamar dibuka dengan kunci serep, padahal ketika kami mudik semua kunci kami bawa termasuk kunci kamar.
Agak sulit untuk tidak suudzon kala itu, tapi suamiku mencoba berfikir positif. Bisa saja ini karena kita kurang sedekah, kurang syukur maka Allah ambil bagian yang harus kita keluarkan dengan cara yang tidak nyaman. Marah, sedih, kecewa itu pasti ada, tapi lambat laun aku menyadari bahwa itu tidak ada gunanya. Merelakan dan juga istighfar akhirnya menjadi pelampiasan. Setelahnya berkah dari Allah datang banyak sekali, bahkan jika dihitung kami pun bingung dapat rejeki lewat jalan mana. Setelahnya, bahkan dalam keadaan yang sulit sekalipun kami selalu berusaha bersyukur, dan itu kami tularkan kepada anak-anak. Bertahap memang, tapi kami hanya berusaha menjadi baik.
Hujan itu berkah, kita yang membuatnya menjadi bencana. Hujan itu rahmat, kita saja yang tak bisa mensyukurinya. Hujan itu cerita, kita yang ambil hikmahnya.
#ODOPfor99days
#day38
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s