Self-Hypnosis for Happy Parents

Minggu lalu aku mengikuti seminar Self-hypnosis for Happy Parents. Bukan sulap bukan sihir bukan salip susulapan, hypnosis itu ilmiah ternyata!

Modul Self Hypnosis for Happy Parents Version 1.0

Berawal dari obrolan grup IIP 2 Bandung (yang kini sudah digabung menjadi Grup IIP Bandung Utara) seputar hypnosis, yang katanya bisa menyembuhkan fobia, mengubah malas menjadi semangat, mengubah kebiasaan buruk menjadi baik dan mengatasi rasa bersalah, akhirnya salah satu anggota grup dan juga seorang praktisi hypnosis Inna Nurhidayah, menawarkan diri membuka seminar khusus untuk anggota IIP.

“Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah kesimpulan bahwa manusia dapat mengubah hidupnya hanya dengan mengubah SIKAP BERPIKIR nya.”

-William James-

Beberapa dari kita jika mendengar kata hypnosis atau hypnotis akan berasumsi bahwa ini adalah kejahatan, atau semua aibnya akan keluar dan sebagainya. Jika kita melihat akar kata hypnosis memang berasal dari kaya hypnos (tidur/ dewa tidur Yunani) tapi apakah memang kalau di hyonosis kita pasti tidur? Dari sekian banyak makna dari hypnosis jika digabungkan, hypnosis bisa diartikan menjadi seni berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar dalam keadaan yang sangat rileks dan fokus sehingga mudah di sugesti.

Nah loh, apa pula itu pikiran bawah sadar? Apa pentingnya juga si pikiran bawah sadar ini diajak ngomong? Pikiran bawah sadar ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum kita dilahirkan. Jika diibaratkan pikiran bawah sadar seperti memori raksasa dengan kapasitas tak terbatas dan otomatis menyimpan semua yang pernah terjadi pada kita. Kita bisa menyimpan dan mengambil data untuk kemudian menjalankan semua yang kita katakan dan lakukan sesuai dengan apa yang kita mau.

Misalnya nih kita mau bangun buat tahajud, pas alarm bunyi dah kepikiran tuh manfaat-manfaatnya tahajud, tapi seringnya ada aja alasan, ngantuklah, atau 5 menit lagi yang taunya bablas dan sebagainya. Nah hambatan-hambatan ini disebut critical factor, yang harus kita buka salah satunya dengan repetisi dan hypnosis. Jika kita sekali bisa nih tahajud, hari kedua bisa tahajud lagi, beberapa hari kemudian tahajud menjadi suatu kebiasaan baru, artinya proses akan tahajud sudah masuk ke alam bawah sadar, udah otomatis aja gitu.

Setiap hari sebenarnya kita dikelilingi sama yang namanya hypnosis, ngga perlu anti lah. Tertarik dengan suatu produk karena iklannya menarik, atau ngga sengaja inget jingle ikan tertentu karena sering diulang-ulang walaupun kita ngga suka. Tapi kalau mau memasukkan informasi penting dan berdaya guna untuk kemajuan kita juga bisa kok, salah satunya dengan teknik relaksasi seperti hypnobirthing.

Buat aku yang gagal hypnobirthing teknik ini agak sulit tapi ternyata ketika praktek ada hal yang bikin aku sadar, ternyata kalau ngga dipandu malah jadi pikirannya kemana-mana, ya alhasil ngga bisa relaks. Buat orang lain ada yang bisa relaks sendiri hanya dengan mendengarkan musik. Tekniknya sederhana, hanya tarik nafas perlahan dan mengeluarkannya perlahan. Setelah itu kita bisa masukkin perintah positif sesuai dengan apa yang kita mau.

Beberapa teknik lain yang dipelajari adalah mengenali emosi, tahu penyebab, tahu efeknya, apa yang kita inginkan dan langkah kongkrit untuk mengatasinya. Biasanya kalau kita udah nemu kita maunya apa dan bisa kita beresin, udah deh plong.

Tahu teknik M-M? teknik menonton dan menghayati. Kalau kita ketemu hal-hal yang tidak memberdayakan tonton saja, jangan dihayati. Kalau ketemu hal-hal yang memberdayakan hayati, jangan hanya tonton.

Teknik reframing atau membingkai ulang kembali ialah teknik untuk tidak menyalahkan masa lalu, karena tetap tak akan berubah. Yang bisa kita lakukan jika kita mengalami hal buruk adalah tetap bersyukur, dan menjadikan hal tersebut menjadi hal yang baru, melihat dari sudut yang lain.

Teknik terakhir adalah memaafkan, ini yang paling susah menurutku. Memaafkan orang yang dzolim sama kita ituh perdjoeangan! Tapi dari semua teknik yang diajarkan, menurutku ini yang paling mantap. Memaafkan itu tak hanya sekedar ucapan,namun juga membawa ketenangan.

#ODOPfor99days

#day35

Advertisements

4 thoughts on “Self-Hypnosis for Happy Parents

    1. Relaksasinya berhasil tapi kalo sampe mengubah kebiasaann jadi kebiasaan yg lebih baik belum,masih butuh repetisi

      Ayo ikut event selanjutnya,nanti diajarin teknik yg beda lagi,gantian nanti sharingnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s