Yu Dadah Yu Babay…

Semua setuju ya 9 dari 10 pintu rejeki adalah dari berniaga? Walaupun ngga bisa dibilang hadist ini kuat, tapi kayaknya sekarang-sekarang bisnis itu adalah sebuah pilihan yang oke mengingat lapangan pekerjaan semakin sedikit. (Iya gituh?)

Cara berdagang sekarang tambah beragam, apakah itu offline, online, dan sebagainya. Banyak ide-ide berdagang juga bermunculan imbasnya banyak produk-produk yang lucu-lucu dan harganya pun bersaing. Dari semua hal menyenangkan tentang berdagang tetap saja ada beberapa hal yang ngga aku suka dari dagang. Cara berdagang yang ngga oke sih tepatnya, cekidot.

Beberapa tahun yang lalu nih saat akan mengisi perabotan rumah, aku dan suami sering sekali muter-muter toko furniture, memilih, menimbang, menawar dan memutuskan beli atau tidak itu sudah biasa. Kadang ada beberapa hal yang walaupun semua sudah oke tapi ngga jadi dibeli karena alasan ngga suka sama penjualnya, atau ngga suka sama pelayannya. Main perasaan banget ya? Tapi daripada beli sama orang yang ngga kita suka lebih baik sih nyari yang kualitasnya lebih bagus tapi lebih bersaing harganya.

Pernah nih saat sedang nyari kursi ruang tamu, sepulang kantor suamiku hujan-hujanan mampir ke toko furniture, da pake motor tea. Lihat-lihat beberapa produk lalu bertanya berapa harganya dan yang nyebelin nya, pelayan tokonya bilang “oh ini mah mahal.” Whatt??? Okelah kami ini bukan orang yang super kaya secara finansial, tapi mbok ya jangan hanya dilihat karena kami pake motor, atau karena seragam suamiku seperti seragam pemkot (padahal mah pemda da yeeyy…) atau karena kehujanan jadi berpenampilan lusuh. Udah aja itu mah, yu dadah yu babay, moal sakali-kali deui datang ke toko itu.

Persaingan harga itu biasa dalam berdagang, beberapa masih wajar, beberapa yang lain kurang ajar, seperti yang aku alami tadi pagi. Saat ini aku sedang vakum dalam produksi diaper bag dan changing pad karena sedang mencari penjahit yang cocok, cocok dari hasil dan harga tentunya. Hari ini aku mendatangi 2 orang penjahit, siapa tahu cocok dan pas untuk segera produksi lagi. Hasilnya? Keduanya mahal, hanya penjahit yang terakhir memberikan harga yang luar biasa tak masuk akal, bisa 3 kali lipat dari yang mahal.

Aku paham dalam mencari rejeki itu sama seperti makan, harus halal dan thoyyib, tak bisa halal saja namun tak thoyyib atau thoyyib saja tapi ngga halal. Halal artinya diizinkan sedangkan thoyyib sendiri artinya baik. Jika penjual atau pemberi jasa sudah menerapkan harga tinggi demi keuntungan fantastis namun tak mengutamakan kredibilitas dan loyalitas, sorry to say ngga akan bertahan lama. Sedikit cerita saat lihat wawancara dengan bapak Hermawan Kertajaya beberapa waktu yang lalu bahwa saat ini pembeli bukanlah raja, pembeli adalah teman, belajar mendengarkan dan diskusi mengenai apa yang pembeli inginkan kini adalah cara berdagang sekarang, yaitu dengan melayani pembeli dengan sebaik-baiknya.

 

#ODOPfor99days

#day32

Advertisements

2 thoughts on “Yu Dadah Yu Babay…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s