Prodigy: another homeschool in Bandung

“Apa yang ada didunia ini yang tidak Allah ciptakan?”

Pertanyaan itu seperti menjungkirbalikkan isi pikiranku, mana ada di dunia ini yang tak Allah ciptakan?

“Ruh” jawabnya. “Ruh itu ditiupkan bukan diciptakan, ditiupkan! Kemana? Kepada manusia! Artinya ada zat Allah yang ditiupkan pada manusia dan ini lah yang disebut bakat pembawaan.”

QS. As Sajdah (32): 9

Kemudian Dia menyempurnakan DAN meniupkan ke dalamnya (sebagian) ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

“Kami tidak menyamaratakan pendidikan anak, karena setiap anak unik, tugas kami adalah memfasilitasi anak sesuai dengan minat bakatnya”

Sepenggal diskusi kecilku dengan Abha Ibay dan Amha Ana hari ini jauh dari kebisingan dan udara panas kota Bandung.

Adem rasanya jika kita sehari-hari dikelilingi oleh pemandangan yang asri, udara yang sejuk dan bersih, jauh dari polusi udara dan suara. Ini juga yang aku dapatkan ketika aku mengunjungi sebuah sekolah dengan basic homeschooling yang bertempat di Cimenyan, yang sayangnya aku lupa foto-foto :(.

Homeschooling kini menjadi salah satu pilihan orang tua untuk menyekolahkan anaknya ketika terbentur dengan penyeragaman kurikulum, atau kendala adaptasi anak. Namun jauh diluar itu semua, homeschooling berusaha membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sesuai dengan minat dan bakat si anak.

Pola ini juga yang aku temui di Prodigy Homeschool, bentukan dari komunitas olahraga pernapasan Hikmatul Iman. Menerapkan tema yang berbeda tiap bulannya dengan pengembangan yang berbeda tiap anak, setiap usia, dan setiap minat. Akan ada gambar makanan bagi penyuka gambar, akan ada makanan siap santap pagi penggemar memasak, dan akan ada bahan makanan untuk dimasak bagi penyuka jalan-jalan. Semua disesuaikan dengan minat dan bakat anak dengan pantauan kolaborasi antara pengajar dan orang tua.

Pemberian koridor dan memunculkan pemahaman adalah kunci dalam membimbing anak-anak di Prodigy Homeschool, tak ada pemaksaan belajar, tak harus belajar jika memang tak suka. Termasuk dalam konsep ketuhanan, tak ada sholat berjamaah atau ngaji bareng, karena yang dikejar adalah pemahaman terlebih dahulu. Jika sudah paham, tak perlu ada paksaan. Pembahasan ayat Quran tak menjadi keharusan, namun selalu dikaitkan dengan tema yang sedang dibahas, tak harus banyak ayat namun bisa dikupas tuntas dan nyambung ke hal-hal lain.

Berlokasi di sebuah rumah di Sindanglaya, Prodigy Homeschool membiasakan untuk bersikap sportif tanpa bully pada seluruh murid-muridnya. Pengasuhan pun dilakukan bersama, guru dan orangtua adalah orangtua untuk semua, murid-murid disana adalah anak bagi guru dan orang tua. Mengandalkan sistem kepercayaan, banyak keluarga yang justru memindahkan tempat tinggalnya mendekati Prodigy hanya agar bisa bersekolah disana.

Prodigy yang kini genap berusia 8 tahun juga menerapkan pengajaran ala prodigy diluar sekolah, yaitu HI for kids di ITB setiap Minggu pagi.

#ODOPfor99days

#day27

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s