Mengenang hujan

Jumat malam lalu kami pulang kerumah sambil menyempatkan membeli kue. Saat itu hujan turun rintik-rintik dan sudah menunjukkan jam 7 malam. Tak lama berselang kulihat 1, 2, dan 3 anak kecil keluar dari toko, disusul dibelakangnya sang ayah, dan ibu yang sedang menggendong bayi. Awalnya tak ada niat benar-benar memperhatikan sampai akhirnya aku sadar bahwa di parkiran hanya ada mobil kami dan sebuah motor. Benar saja dugaanku, sang ayah menyalakan motor itu, 2 anak berdiri didepan, seorang duduk dibelakang ayah disusul ibu dan bayi. Tak lama merekapun meninggalkan toko kue menerobos hujan.

Ternyata tak hanya aku yang memperhatikan mereka, kulihat Qaireen pun melihat mereka. “Kak, lihat keluarga tadi? Ada komen (tentang keluarga tadi)?” tanyaku.

“Kayanya sih seharusnya mereka pake mobil bun, biar lega dan gak sempit” jawabnya.

“Hmm…gitu ya kak? Mau denger cerita bunda?” Qai pun mengangguk.

“Dulu kita juga ngalamin kaya gitu lho, motor-motoran. Kadang kepanasan, angin, hujan, kadang ke yangti, belanja, ke dokter, sampai mudik ke tempat mamah eyang di Limbangan juga pake motor. Kakak bunda buntel-buntel biar gak keanginan ma masuk angin. Dipakein minyak telon, pake baju ma celana panjang, pake kerudung, pake jaket juga yang ada kapucon nya, pake kaos kaki ma sepatu. Pokoknya biar ga keanginan, biasanya setelah itu bunda masih pake apron lagi buat ngehalangin angin. Memang ngga sebanyak keluarga tadi kak, tapi heboh bener kalo naik motor.

Pernah bunda kepaksa bawa kakak hujan-hujanan pas pulang dari rumah yangti karena hujannya gak berhenti juga, lain waktu kakak muntah dijalan karena masuk angin, hebohlah pokoknya, tapi seru! Kadang sambil berenti-berhenti nunggu hujan agak reda, nanti jalan lagi. Alhamdulillah gak lama akhirnya kita dapet rejeki mobil kak, rasanya ngga percaya banget kita punya mobil. Ketika itu ayah bilang gini ‘Bisa jadi kita bisa dapet rejeki mobil juga karena doa orang lain, mana tau pas kita hujan-hujanan bawa kakak ada orang lain yang kasihan ma kita, motor-motoran, hujan-hujanan bawa bayi pula, terus dia berdoa supaya kita cepet punya mobil.’ Dari situ kak, bunda setiap kali ngeliat keluarga yang hujan-hujanan bawa bayi selalu inget jaman dulu, dan walaupun bunda gak berdoa secara khusus tapi bunda berharap semoga kehidupannya membaik.

“Kakak juga doain, supaya keluarga tadi cepet dikasih rejeki mobil, jadi lebih nyaman berkendaranya, yah!”

#ODOPfor99days

#day26

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s