Naik buku Ummi jilid 2

Sejak 2 minggu yang lalu Qaireen mendapatkan buku ngaji baru. Buku ngajinya yang lama sudah khatam dan berhasil naik buku. Mulailah perjalanan Qaireen mempromosikan dirinya sebagai anak yang layak mendapatkan buku ngaji baru kepadaku, kepada ayahnya, yangtinya dan juga kepada adiknya.

Pagi-siang-sore-malam Qai membaca buku Ummi 2 nya, lebih rajin daripada biasanya. Ummi adalah metode mengaji yang dipakai di sekolahan Qaireen. Dimulai dari pra ummi, ummi jilid 1 dan yang kini Qai pegang adalah buku ummi jilid 2. Kadang dengan cara main-main tes ummi, aku jadi gurunya, Qai jadi muridnya, atau Qai sengaja pentas Ummi seperti lomba ngaji gitu deh.

Metode mengaji ummi ini lebih menekankan pada cara membacanya,panjang pendeknya dengungnya dan sebagainya. Cara mengajarkannya ialah dengan cara mencontohkannya, jadi bacaan guru akan sama dengan bacaan murid. Bukan hanya anak-anak saja yang belajar, bahkan guru-gurunya (non guru Ummi) dan orang tua siswa juga diajarkan metode ini.

Tak peduli seberapa pintar membaca Quran, ketika memulai metode Ummi semua akan belajar dari awal lagi, dari alif ba ta. Cara membacanya pun bernada, jika ada 4 kolom, kolom pertama dan ketiga akan bernada turun, sedangkan kolom kedua dan keempat akan bernada naik. Jika ada 3 kolom, kolom pertama akan bernada turun, kolom kedua akan bernada naik dan kolom ketiga akan bernada turun lagi.

Guru akan membacakan sekali kemudian murid sekali, kadang diulang sampai 2x dan setelahnya akan dites satu persatu. Metode Ummi selain belajar dari buku juga dibarengi dengan hafalan Quran. Tidak seperti yang diterapkan di sekolah lain yang mendahulukan banyaknya hafalan Quran, dengan metoda Ummi anak cenderung memiliki hafalan sedikit namun dengan harokat dan lagu yang sama. Dimulai dengan hafalan di juzz 30, dari an-Naas ke an-Naba lalu baru berlanjut ke bacaan Quran dari Al-Fatihah, Al-Baqoroh dan seterusnya.

Tajwid dan Gharib (ayat-ayat yang tidak mengikuti kaidah bacaan umum) juga dipelajari setelah beres buku Ummi. Kalau yang ini sih yang aku pelajari, tapi kayanya kalau anak-anak udah belajar sebelum buku Ummi nya beres deh (buku Ummi anak ada 6). Alhamdulillah beres juga cerita tentang metode Ummi, balik lagi ke cerita Qai, Qai masih sibuk dengan buku Umminya. Sekian.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s