Jadi kakak sekarang sekolahnya dimana?

“Jadi kakak sekolahnya dimana?”

“Emang kenapa kak?”

“Ngga papa hanya mau tau aja”

“Kenapa?”

“Kakak tuh takutnya bunda sekolahin kakak di SD manaa gitu, kayaknya pelajaran SD itu ada yang susah”

“Udah kakak tenang aja, kakak tetep bakalan belajar tapi bukan di SD, ada tempatnya tapi bukan SD, kakak tenang aja ya”

images (1)

Begitulah dialog siang ini, baru saja sepulang dari sekolah TK nya. Ternyata masih saja Qaireen cemas menghadapi kenaikan jenjang pendidikan. Tak puas dengan dialog sebelum dan sebelumnya akhirnya kutanyakan lagi perihal kecemasannya.

Dari mulai bayangan mengenai guru yang galak, takut disuruh push up hingga tak mau berpisah denganku menjadi alasan Qaireen tak mau masuk SD. Mau tak mau aku jadi bertanya-tanya apa guru-guru disekolahannya galak? Dan kenapa soal push up masuk jadi alasan penolakan masuk SD?

“Guru kakak ada yang galak? ada yang suka nyalahin kakak?” tanyaku.

Qaireen menggeleng.

“Terus kakak kepikiran darimana itu sampe disuruh push up?”

“Itu pas main pesan berantai kalo yang pesannya salah disuruh nyanyi atau push up, tapi ngga ada yang salah sih, tapi kakak takut bun”

Apakah kecemasanku saat hamil dulu menjadikan Qai pencemas saat ini? Aku jadi merasa bersalah…

“Oke kak, kita ngga akan sekolah SD, kita belajar sambil main aja ya, kakak tenang aja.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s