Fahsya: ibu aku sudah sukses di syurga

Beberapa waktu yang lalu aku dikejutkan dengan meninggalnya seorang anak kelas 1 (Qaireen masih TK B) ditempat Qai sekolah. Walaupun aku tak mengenal anak tersebut dan juga orang tuanya, namun aku turut berduka dengan kepergiannya. Setelahnya sekolah mulai berbenah karena ternyata yang menyebabkan anak itu akhirnya kehilangan nafas terakhirnya adalah karena demam berdarah. Sekolah pun diliburkan sehari untuk fogging.

Tak banyak yang ku ketahui mengenai anak ini, yang aku tahu dia anak yang lucu dan badan subur. Sayangnya saat ta’ziyah aku tak dapat ikut serta. Cerita kemudian baru aku dapatkan pagi ini, bagaimana sang ibu sangat tegar menghadapai semua cobaan ini. 2 anaknya sama-sama mengalami sakit di waktu yang hampir bersamaan dalam keadaan telah berpisah dengan suaminya, hanya saja sang adik pergi mendahului sang kakak.

“Saya belajar sabar dari Fahsya (anaknya yang meninggal) dia kalau dicubitin (saking gemasnya karena badannya subur) sama teman-temannya diam saja. Saya belajar ikhlas juga dari Fahsya, namun ikhlas aja ternyata ngga cukup bu, saya juga harus pasrah, semuanya sudah berjalan diatas skenario Allah.” guru ngajiku menceritakan kembali percakapannya dengan sang ibu sambil sesekali mengusap matanya yang sembab.

Hatiku bergetar, bagaimana seorang ibu dengan kualitas keimanan yang sangat luar biasa bisa tegar menghadapi ini. Tentu ada maksud Allah mengambil putra bungsunya.

Laa yukallifullaahu nafsan illawus aha (Al-Baqarah 2:286)

Allah tidak membebani melainkan sesuai dengan kesanggupannya

Cerita guru ngajiku tak berhenti disana, sang ibu ternyata mimpi bertemu Fahsya 2 hari setelah kepergiannya.

“Bu, aku disini sudah enak, semua yang ibu ceritain ada semua disini, bahkan lego robot yang aku pengen juga ada disini bu! Ibu kan suka doain aku sama kakak biar sukses dunia akhirat, aku udah sukses bu disini. Ibu bilangin kakak buat kesini, tempat disini enak.” “Jangan nak, nanti ibu ngga ada temen, kakak biar temenin ibu didunia dulu yaa, biar ibu buatkan syurga dulu untuk kakak.”

Aku jadi belajar sesuatu pagi ini, selalu doakan anak sukses dunia-akhirat! Doa yang cukup pendek namun mencakup semua kebutuhan anak. Butuh peranan ibu hebat membentuk anak yang hebat. I’m so proud of you Bu, meskipun kita belum pernah bertemu, namun Ibu salah satu ibu hebat yang sangat kuat. Semoga Allah merahmati ibu sekeluarga. Aamiin

#ODOPfor99days

#day17

 

Advertisements

2 thoughts on “Fahsya: ibu aku sudah sukses di syurga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s