Maaf yaa…

Gudubrak!!

“Aduuuh…”

“Eh maaf, sakit ya?”

“Gampang banget sih tinggal bilang maaf, sakit tau! Punya mata tuh dipake!”

“Ya maaf, kan aku dah minta maaf”

“Nggak!”

“Yaudah, kamu ini yang dosa ngga maafin aku” (lho kok malah ngancam?)

Pernah ngalamin kaya gini jaman kecil? Aku pernah…

Beberapa orang ngerasa susah banget maafin orang, kayaknya tuh kita harus minta maaf sampe sujud-sujud baru deh dimaafin, kadang dengan tambahan pekerjaan lainnya seperti ngerjain peernya atau minjemin mainan baru deh dimaafin.

Biasanya nih kebiasaan di masa kecil suka terbawa sampai besar, susah minta maaf dan susah maafin orang. Perang dingin, mungkin ini nama yang cocok kalau kebiasaan ini masih terbawa sampai besar. Dari mulai nge-block nomer hapenya, nge-unfriend di sosmed, males ketemu, sampe kalo ketemu buang muka atau jelas-jelas ngelabrak, hadeuh…

Idealnya sih maaf itu memang disertai dengan penyesalan dan tidak akan mengulangi lagi, namun banyak yang easy going dengan cukup dimulut saja. Ujung-ujungnya yang kaya gini malah bikin dongkol si korban. Tengoklah budaya malu orang Jepang, mereka dididik dengan menumbuhkan gentlemant agreement, meminta maaf sambil menundukkan kepala, bersujud (gak boleh ya kalo di Islam) bahkan sampai bunuh diri untuk menebus kesalahannya (iyakah tertebus?)

Tapi susah ya merelakan maaf itu, saking susahnya kita sampai dikasih warning lho!

Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencarai berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara [Muttafaq’alaih]

Saking susahnya, pasal maaf memaafkan ini sampai diganjar surga bray! Alkisah selama 3 hari berturut-turut Rasul mengabarkan bahwa sebentar lagi akan datang penghuni surga, dan tak lama datang si Fulan, begitupun hari selanjutnya dan selanjutnya. Saking penasarannya seorang sahabat berniat mencari tahu dengan menginap dirumah si Fulan, apa yang menyebabkan Rasul berkata bahwa si Fulan adalah penghuni surga. Ternyata amalannya tidak jauh berbeda dengan amalan sahabat lainnya, setelah ditanyakan ternyata si Fulan mempunyai 1 kebiasaan yaitu berdoa sebelum tidurnya :

“Ya Allah siapa saja orang yang pernah menyakiti atau mendzalimi saya, Ampunilah dia Ya Allah! Saya ikhlas Ya Allah bukankah Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. Sedikitpun saya tidak punya rasa sakit hati, dendam atau hasud kepada siapapun.”

Kalau surga itu terlalu jauh, maka kita menjadikan sikap meminta maaf dan memaafkan ini sebagai healing. Bisa membuat kita lebih plong dan awet muda. Masih susah meminta maaf dan memaafkan? siapa sih yang gak pengen awet muda? hehehe…

#ODOPfor99days

#day14

Advertisements

One thought on “Maaf yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s