Menstimulasi agar anak senang membaca

“Naaak…ayo pulang, kan mau les ini” teriak seorang ibu saat menjemput anaknya pulang sekolah.

“Les apa Bu?” tanyaku penasaran.

“Les mbaca, itu kan mau masuk SD syaratnya harus bisa mbaca tapi ya gimana kalo anak-anak ndak dipaksa kok ya susah buanget disuruh les” kata si ibu menjelaskan

“Lha Qaireen sudah bisa mbaca?” tanya si ibu kemudian.

“Yah biasa aja kok ngga bisa-bisa banget juga” jawabku.

“Kok ndak di les-in?” tanyanya lagi.

“Ngga ah, biarin peka bacanya muncul sendiri”.

Kemampuan membaca, menulis dan berhitung anak agaknya menjadi ketakutan tersendiri bagi orang tua yang akan memasukkan anak-anaknya menuju bangku sekolah dasar. Memang tidak ada peraturan khusus yang menyatakan bahwa anak harus memiliki kemampuan itu ketika masuk SD, namun banyak orang tua yang jadi malah ‘kecolongan’ ketika anaknya tak masuk SD yang diharapkan. Lebih dari itu banyak pula anak yang justru terbebani karena mengejar kemampuan di area kognitif itu dengan sangat terpaksa.

IMG-20160115-WA0020[1]Ngga mutlak harus bisa banget sebenernya soal baca membaca ini, namun sepertinya ini sudah menjadi pakem khusus kalo anak umur sekian belum bisa baca berarti tinggal nunggu keputusan pihak sekolah mau nerima apa ngga. Rasanya ketika aku bersikap santai mengenai kemampuan kognitif anakku sendiri, orang tua lain malah terlihat nyinyir. Beruntungnya sabtu lalu rb.Cikutra menyelenggarakan diskusi parenting tentang menstimulasi anak agar suka membaca, dan diskusi semacam inilah yang aku perlukan.

Diskusi sabtu pagi itu berlangsung hangat, seorang praktisi homeschooling teh Insania Zakiyah sebagai narasumber menuturkan bahwa banyak cara menumbuhkan minat baca pada anak, seperti dengan membacakan cerita, flash card ataupun dengan menempelkan nama-nama benda-benda disekitar kita supaya anak tertarik membaca. Stimulasi semacam ini akan berbeda tiap anak, ada yang cocok dengan metoda A ada yang kurang pas dengan metoda K dan sebagainya. Lalu bagaimana kita tahu metoda apa yang cocok untuk anak kita? Coba semua katanya.

Beliau mengatakan bahwa kemampuan setiap anak berbeda-beda, muncul peka bacanya pun diusia yang berbeda padahal dengan gabungan stimulasi yang sama. Menariknya beliau juga mengatakan bahwa kita nih sebagai orang tua, jangan pernah memberi target kapan anak harus bisa membaca. Karena itu akan membuat kita lebih putus asa ketika semua stimulasi yang kita kerahkan belum menunjukkan hasilnya.

Menstimulasi membaca pada anak biasanya akan dikaitkan dengan berkembangnya pembaca-pembaca cilik berusia 3-4 tahun, namun ini tidak mutlak. Adalah wajar jika anak baru bisa membaca umur 8 tahun, bahkan mengerti apa isi bacaannya setelah menginjak 10 tahun. Kuncinya adalah terus menstimulasi anak, bisa dikatakan bahwa membacakan cerita pada anak merupakan cara ternyaman bagi anak untuk belajar membaca, dibandingkan dengan metoda lain. Selain menambah perbendaharaan kata, memunculkan kreatifitas, juga menambah bonding antara orang tua dan anak. Sampai kapan kita harus membacakan cerita untuk anak? Selamanya, tutur ibu 4 anak ini.

Beruntungnya aku, karena Sabtu pagi itu juga dihadiri praktisi homeschooling lain, yaitu teh Dita Wulandari. Beliau menambahkan agar orang tua untuk tetap sabar dalam menstimulasi anak membaca, dan jangan memaksanya, Kuncinya ada 5, bacakan pada anak! bacakan pada anak! bacakan pada anak! bacakan pada anak! dan bacakan pada anak!

Rasanya adem setelah diskusi panjang dengan para pakar, baik teh Nia maupun teh Dita sebagai praktisi HS selama bertahun-tahun tentu lebih tahu apa yang buibu macam aku rasakan. Ada rasa takut dan cemas menghadapi masa peka baca ini, namun ketika pulang dengan melepas rasa cemas tersebut dan menggantinya dengan kelegaan serta bekal membimbing anak-anak rasanya nyaman sekali.

 

#ODOPfor99days

#day12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s