Iqra, maka bacalah!

Perempuan itu memutari meja dengan puluhan buku berjajar disana. Tak cukup puas, ia menuju meja berikutnya, mengambilnya membacanya sekilas dan menyimpannya lagi. Sedikit melongok ke ruangan sebelah dan kembali lagi menekuni tumpukkan buku setelah sekilas membaca ‘buku komputer’ di pintu masuk ruangan tadi.

Pilihannya akhirnya jatuh pada sebuah buku merah, ‘Cinta di Dalam Gelas’ ia membaca. Nama Andera Hirata muncul sebagai pengarang novel itu, salah satu pengarang favoritnya. Hatinya girang membayangkan dirinya sendiri akan tertawa dan menangis sendiri terbawa alur cerita yang bahkan belum ia buka sampulnya, ini akan menjadi novel pertama yang ia baca setelah memiliki 2 anak.

Tidak butuh waktu lama bagi perempuan itu untuk melahap habis novel setebal 316 halaman, hanya 2 hari saja tanpa paham benar maksudnya. Mengulanginya lagi hingga ia menemukan bagian-bagian untuk dicermati dengan santai. Ah, membaca novel memang begitu menyenangkan, ia bisa mendapati dirinya cekikikan menahan tawa dan sendu membaca kisah pilu didalamnya.

Tak lama perempuan itu selesai dengan dunianya, dunia lamanya yang ia temukan kembali. Ia menegakkan bahunya dan melihat sekeliling, banyak hal yang dia lewatkan. Anak-anaknya bermain tanpa dirinya, bahkan setelah ajakan yang kesekian kali perempuan itu bergeming dalam dunianya. Ah, kini novel begitu menggerogotinya. Hatinya mencelos membayangkan jika ketagihannya akan membaca novel berujung dengan pilunya hati anak-anaknya. Tapi bukankah perintah pertama Tuhannya adalah membaca?

Ia melihat Qur’an nya, cukup lama tak ia buka. Ah, andaikan membaca Qur’an bisa semagis itu. Menyelami surat cinta Rabb-nya, menangis dan tertawa karenanya. Selalu dan selalu ingin membacanya lagi…

Tuhan…

Perempuan itu termangu, ia sepenuhnya sadar, ia keliru…

Perintah Allah untuk membaca tak sepenuhnya dipahami, Allah juga mempunyai hak untuk dibaca kalam-Nya, pun juga anak-anaknya yang mempunyai hak untuk dibaca hatinya. Perempuan itu tersungkur memeluk anak-anaknya, membacakan ayat-ayat cinta Rabb-nya dan membiarkan anak-anaknya tidur dengan membacakan cerita Domba dan Serigala.

 

#ODOPfor99days

#day9

Advertisements

One thought on “Iqra, maka bacalah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s