Bye-bye Tantrum ala bu Elly Risman

Pagi ini suamiku telepon setelah semalam tiba di Pangandaran, tempat dinasnya kini. ‘Ada bu Elly Risman di NET.’

tips-elly-risman
Ah, senangnya jika makin banyak bunda dan ayah yang makin paham kebutuhan anak-anak seperti bu Elly Risman

Bu Elly Risman, seperti yang kita semua sudah kenal adalah psikolog yang fokus didunia parenting dan pendidikan anak. Seminar pertama yang kuikuti meninggalkan kesan yang mendalam mengenai dunia parenting. Betapa aku sebagai orang tua minim sekali tentang ilmu mendidik anak. Maka tayangan kali ini membawa aku jadi bertanya-tanya tema apa lagi yang dibahas. Ternyata tema yang dibahas kali ini tentang ‘Mengendalikan Emosi Anak Tantrum’ menarik, karena aku punya 1 bocah lucu penggemar tantrum.

Tantrum atau ledakkan emosi biasanya terjadi pada anak-anak yang mengalami kesulitan emosional. Bisa terlihat dengan tangisan, teriakkan, menjerit, ngomel, marah dan sebagainya, dan ini Rayi banget. Biasanya Rayi tantrum karena keinginannya tak terpenuhi. Namun seiring dengan semakin besar, Rayi mulai berkurang tantrumnya, hanya saja yang bikin penasaran, tepatkah aku dan suami dalam mengatasi tantrum?

Penggagas Yayasan Kita dan Buah Hati ini memberikan 4 tahapan mengendalikan anak tantrum,yaitu:

  1. Namai perasaan anak, ini penting untuk membangun sel-sel otak anak agar bersambungan, anak-anak perlu paham marah itu yang seperti apa, sedih seperti apa dan banyak perasaan lain itu yang seperti apa. Tebaklah perasaan anak, tanya kenapa dan buat pengandaian dan jelaskan kenapa. Misal:’ Adik kenapa? Adik sedih ya ngga boleh makan es krim? Kalau bunda bisa, bunda juga pengen beliin adik es krim yang banyak, tapi kan adik lagi pilek, nanti malah bisa tambah sakit, malah ngga bisa main’.
  2. Konsisten dalam memberlakukan aturan. Orang tua harus punya 1 peraturan yang sama, agar tidak ada celah bagi anak untuk tidak menaati peraturan. Perlu diingat bahwa jangan pernah mengiming-imingi anak dengan hadiah apalagi dengan ditakut-takuti, anak akan fokus pada hadiah atau ketakutan daripada alasan sebuah peraturan diberlakukan.
  3. Alihkan, jangan terlalu fokus pada apa yang diminta anak, bisa dengan membaca buku, mengajaknya bermain dan sebagainya.
  4. Jika tantrum anak semakin menjadi, tahan anak dengan pelukan. Peluk yang kuat namun turunkan frekuensi suara. Biasanya suda rada repot nih kalau ibu-ibu yang suruh meluk anaknya yang lagi tantrum, karena anak tantrum biasanya energinya Subhnallah. Karena itu bu Elly menyarankan tugas memeluk anak tantrum sebagai tugas ayah. Memberi penjelasan sementara anak emosinya masih meledak-ledak akan menjadi tidak efektif, apalagi jika orang tua ikut-ikutan emosi.

Parenting adalah segala sesuatu tentang menyambung-nyambungkan sel-sel otak anak untuk membentuk KEBIASAAN dan meninggalkan KENANGAN.

Psikolog yang memulai karirnya lebih dari 25 tahun yang lalu ini menuturkan pertemuannya dengan Aa Gym beberapa waktu silam seputar pelukan kepada anak

“Anak itu pada dasarnya baik, anak hanya lupa kita ngomong apa.

Peluklah anak, anak butuh kita sebagai orang tua”

Pelukan pada anak akan menentramkan hati, bila hati senang maka otak akan menyerap lebih banyak.

#ODOPfor99days

#day8

Advertisements

3 thoughts on “Bye-bye Tantrum ala bu Elly Risman

  1. aku nonton yang ini tapi gak nyatet…jadi gak bisa nulis di blog.
    Haturnuhun resume nya teh Uput.

    Keren selalu dan selalu keren…..euiii, emak blogger yang satu inih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s