Knock knock, boleh wawancara bentar Yah?

Anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang besar, hanya saja mampukah kita sebagai orang tua  memupuk rasa ingin tahunya, atau justru mematikannya?

WP_20151219_09_28_43_Pro
Ruangan kawin udang hehe

Banyak hal yang bisa kita kembangkan sebagai orang tua dalam rangka melatih keingintahuan anak, terutama untuk anak-anak yang semakin besar. Kalau untuk anak yang masi kecil rata-rata selalu bertanya, apa tuh? ini apa? kenapa gitu? dan sebagainya.

Agak repot memang untuk menumbuhkan kultur bertanya kalau kita tak mempunyai kultur mendengarkan. Beberapa dari kita ada yang yang pernah mendengar dari orang tua, ‘udah kerjain aja, jangan banyak nanya!’ atau ‘sssst diem, anak kecil ngga usah tanya-tanya!’. Pernah?

Parahnya ketika kita tak siap mendengarkan, bersiaplah untuk kehilangan anak yang suka bertanya.

Bertanya…

Siapa yang tidak pernah bertanya?

Aku dan suami selalu berusaha untuk membuat kultur bertanya di keluarga kami. Bahkan bertanya juga merupakan bagian dari membangun rasa keingintahuan sekaligus melatih keberanian. Beberapa kali Qaireen aku minta untuk bertanya secara langsung jika dia tidak tahu sesuatu. Sekedar wawancara kecil-kecilan walau kadang masih bolak-balik nanyanya.

Ngga masalah jika memang keingintahuannya belum sebesar yang kita harapkan, biasanya setelah selesai 1 pertanyaan, anak akan kembali untuk laporan kepada kita. 1 laporan biasanya berujung menjadi pertanyaan ke 2 untuk Qai, dan kembali lagi Qai bertanya pada sumber berita. That’s fine! Itu proses pembelajaran.

Kali ini proyek wawancara Qaireen adalah mewawancarai ayahnya sendiri, gampang? let’s see…

Di kantor ayahnya kebetulan sedang ada proyek penanaman chip untuk lobster yang nantinya digunakan untuk memonitor gerakan dan juga sebaran lobster. Qaireen yang agak geli dengan lobster terlihat buru-buru pengen selesai. Agak berbeda dengan adiknya, Rayi yang justru antusias melihat lobster.

Tidak cuma lobster, Qai dan Rayi juga diajak ayahnya untuk melihat budidaya udang. Sebuah pembelajaran baru untuk anak-anak walau belum terlalu paham, tapi lumayanlah sedikit-sedikit Qai dan Rayi mulai nanya-nanya ala anak-anak.

Rasanya tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kami sebagai orang tua selain menemani dan membantu anak-anak menemukan fitrah bakat mereka. Mengeksplorasi dunia mereka dengan gaya mereka dan membawa mereka jadi menemukan dunia baru yang menarik. Semoga hari ini menjadi 1 hari lagi yang berkesan untuk mereka.

#ODOPfor99days

#day4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s