Catatan kecil di Pangandaran

Pertama kali aku ke Pangandaran itu lebih dari sepuluh tahun lalu. Kala itu bukan untuk wisata aku kesana, tapi dalam rangka mengerjakan kuliah kerja lapangan.

Kali ini aku mengunjungi Pangandaran juga bukan dalam rangka wisata, tapi menemani suami yang bertugas disana. Wisatanya? itu bonus ^.^

Liat-liat foto jaman baheula kok kayanya ngiri dulu punya badan yang kecil ya>.< tapi setelah dipikir-pikir memang pantes sih.

Pantes aja badannya kecil, bela-belain ga jajan karena uangnya ngepas banget. Bertahan hidup dari jatah nasi 3x sehari yang udah disediakan ma pihak kampus. Ngga bawain oleh-oleh buat keluarga dirumah, buat beli baju ala pantai aja ngga shanggup ^^

Kemarin nih nyempetin ngeliat lagi pondokkan tempat aku dulu nginep, dan ternyata ngga ada perubahan yang berarti bahkan setelah terkena Tsunami 2006 lalu.

WP_20151219_17_21_33_Pro

Pangandaran, seperti yang kita tahu merupakan daerah wisata yang terkenal dengan pantainya, namun apa hanya wisata pantai yang bisa kita nikmati disana?

Paling tidak ada 3 pantai di Pangandaran yang mempunyai keunggulan satu dengan lainnya. Pantai yang banyak dikunjungi adalah pantai barat, disini biasanya banyak dilakukan aktifitas bermain pasir, berenang, surfing, namun kita juga bisa mencoba naik kuda berkeliling pantai. Biaya naik kuda ngga mahal kok hanya 20rb per kuda namun bisa sampai 50rb di akhir pekan atau musim liburan, pinter-pinter aja nawarnya. Biasanya juga banyak yang menyediakan jasa foto keliling sudah termasuk cetak ukuran 5R lengkap dengan tulisan ‘Pantai Pangandaran’ dan tanggalnya. Ini juga murah sekitar 15-20rb di hari biasa. Sekali lagi, pinter-pinter aja nawarnya ^^

Pantai lain yang tak kalah unik adalah pantai pasir putih. Kita bisa menyewa perahu dengan kapasitas 10 orang dengan biaya 20rb/orang atau 40rb/orang jika ingin berperahu mengitari cagar alam.

Di pantai pasir putih ini kita bisa mengajak anak-anak snorkling karena airnya cukup jernih untuk melihat area teman laut yang cukup indah. Namun tetap harus berhati-hati karena karangnya yang tajam dan arusnya yang deras. Tersedia peminjaman alat snorkling sekitar 35-50rb sepuasnya. Aktivitas lain yang bisa dilakukan di pantai ini ialah bermain pasir, bahkan kita bisa memperkenalkan aneka jenis ganggang yang termasuk tumbuhan tingkat rendah kepada anak-anak. Klasifikasi cryptogamae(tumbuhan tingkat rendah) ini yang dulu aku kerjakan ketika kuliah kerja lapangan. Kalau sekarang ditanya soal ini, wassalamualaikum^.^

Jangan lupa selalu hati-hati dengan kera ekor panjang disini, mereka sudah sangat hafal dengan barang bawaan pengunjung, terutama kresek berisi makanan. Kalau kita lengah bisa jadi perbekalan kita raib diambil si kera. Jangan sok akrab sama kera disini, karena mereka ngga memandang itu makanan kah, minuman kah atau obat, mereka bisa teler minum alkohol luar atau bahkan betadine, percayalah!

Pantai lain yang tidak kalah menarik adalah pantai timur, biasanya banyak yang menghabiskan aktivitas seperti banana boat di sana. Bukan cuma olah raga air yang bisa dilakukan disana namun juga wisata kuliner. di pantai timur adalah pusatnya para nelayan melaut dan membawa hasil tangkapannya. Kita bisa memperkenalkan proses melaut menjelang maghrib dan proses menjaring di pagi hari sekitar jam 8-10 pagi. Tidak disarankan nongkrong di pantai timur lebih pagi dari itu karena ombaknya sangat besar, dan percayalah suara deburan ombaknya cukup mengerikan.

Kultur di Pangandaran agak berbeda dengan di Bandung, disini masyarakatnya santai. Kalau biasanya aku bisa menemukan sarapan jam 6 pagi di Bandung, disini paling tidak sarapan baru ada jam 9. Tahan dikit lapernya yaa…

 

Selain wisata pantainya kita juga bisa wisata ekologi looo…

Mengamati aneka ikan dan karang serta ganggang di pantai pasir putih. Mengamati perilaku kera ekor panjang juga bisa. Ngga perlu jauh-jauh naik ke cagar alam, karena daerah jelajahnya ada yang dari mulai muara sungai di pantai barat sampai ke pantai pasir putih. Tapi kalau mau ke cagar alam juga bisa, selain ada populasi kera disana, kalau beruntung kita juga bisa menemukan banteng.

Rusa adalah salah satu hewan liar yang bisa kita jumpai disekitar perbatasan pantai barat dan cagar alam. Biasanya kita nih ngga diperbolehkan memberi makan rusa, tapi sayangnya banyak juga rusa yang jadi makan sampah! Mungkin ada baiknya kalau rusa-rusa ini dikembalikan ke cagar alam, supaya makanannya lebih alami. atau mungkin dikandangkan saja (syarat dan ketentuan berlaku) supaya lebih terjaga kebersihannya dan kesehatannya.

Sekian cerita jalan-jalan seru ke Pangandaran, buat yang mau kesana jangan nyampah yaa^^

IMG_20150616_164830
Kasian rusanya jadi makan sampah

#ODOPfor99days

#day3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s