Farmhouse: gambaran Eropa mini di Lembang

Pernah dengar Farmhouse Lembang?
Sejak mulai booming, Farmhouse seperti menempati posisi puncak destinasi wisata Lembang yang harus dikunjungi. Berbondong-bondong wisatawan datang kesana dan satu hal yang semua orang pasti setuju adalah, menuju  Farmhouse itu macet.

IMG5EBB
Ini pas ngambil fotonya lagi jalan, jadi ngga ke foto E yang ujung


Selasa minggu lalu, 29 Desember 2015 kami mengunjungi Farmhouse dan benar saja, macet nyaris 4 jam!
Lokasinya yang dipinggir jalan persis, ngga jauh juga sebenarnya dari Setiabudi tapi membludaknya pengunjung bikin tempat parkir yang cukup luas itu juga ga cukup menampung banyaknya mobil dan motor pengunjung.

Tiketnya gak mahal kok hanya 20 ribu per orang yang bisa ditukar dengan segelas susu atau sosis.
IMG6506
Konsepnya unik, mengambil ke khas-an arsitektur Eropa ke Lembang. Bangunannya tinggi-tinggi dan menonjolkan penggunaan batu-batu dan kayu.

Berbagai wisata ditampilkan disana seperti jalan-jalan dengan kostum ala Belanda tempoe doeloe dan memberi makan biri-biri. Sayangnya kami tidak mencoba jalan-jalan ala none Belanda, hanya memberi makan biri-biri saja yang nampak menarik untuk anak-anak.

Bukan buat semua anak sih, Rayi yang lebih terlihat menikmati rekreasinya hari itu, sebaliknya Qaireen lebih menjaga jarak dengan biri-biri lucu. Sepertinya memang Rayi lebih suka binatang sih mau itu ayam, bebek ataupun biri-biri.

Ada 1 keunikan di farmhouse yang biasanya dibicarakan, yaitu rumah hobbits.
Namun rasanya tidak ada keinginan untuk berfoto bahkan menikmati keindahnnya. Melihat banyaknya orang pada antri mau foto disana udah bikin capek.

Menurut aku justru yang unik adalah WC nya, bentuknya sih biasa aja ga macem-macem, hanya peruntukannya itu lho!
WC cewe n cowo dipisah dah biasa ya, WC untuk penyandang disabilitas juga mulai berkembang di tempat-tempat umum. Nah kalo disini ada nih WC anak, seru kan? Ngga usah megangin anak di WC, dengan ukuran dan tinggi sesuai dengan badan anak, anak-anak bisa nyaman buang hajat hehe.

Restaurannya juga ga sempet dicobain, duh banyak ya yg ga dicobain. Sebenernya sih karena saking penuhnya jadi bikin males nyobanya. Mungkin lain kali lah kalo udah ga terlalu penuh bisa nyoba-nyoba unik-uniknya di farmhouse.

Pulang-pulang kami sempetin nyari oleh-oleh di toko suvenir, ga ada yang aneh tapi tetep lalucu, pilihannya akhirnya jatuh ke magnet produk-produk makanan minimalis. Buat aku sih magnet ini dobel manfaat, bisa buat hiasan kulkas sekaligus bisa dipake main anak-anak dan gak sayang kalo dipake main pun.

‪#‎ODOPfor99days‬ #day1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s