Jalan-jalan seru ke Agrowisata Little Farmers

Kamis lalu tanggal 24 Desember 2015 kami sekeluarga ditambah Yangti (neneknya Qaireen n Rayi) liburan ke Agrowisata Little Farmers.
IMG-20151230-WA0009
Sedikit info, Agrowisata Little Farmers merupakan salah satu unit usaha yang ada di unit agribisnis koperasi karyawan PT. Bio Farma. Berbentuk objek wisata yang bergerak daIam bidang pertanian yang berada di Lembang.

Berbekal ingatan Qaireen yang pernah pengenalan lingkungan kesana bersama sekolahnya dan melewati kampung gajah, akhirnya mentok lagi liat Google map ketika pertigaan setiabudi-gerlong muacet parah. Kami melewati jalur parongpong yang Alhamdulillah ga macet.

Setelah sampai disana cukup kaget juga karena dipadatnya jalanan menuju lembang menuju tempat-tempat wisata,kami hanya menemukan 2 mobil yang terparkir di sana, hmm…kira-kira kenapa ya?
WP_20151224_13_16_57_Pro

Tiket masuk wisata edukasi ini cukup murah yaitu 10rb rupiah dan bila ingin mengikuti paket tour lengkap dikenai biaya 40rb/orang.

Sepintas yang aku lihat dari bahan di front office nya little farmer mempunyai konsep pertanian terpadu yang menarik.
Ini mengingatkan aku akan pelajaran di zaman perkuliahan dulu.

WP_20151224_11_48_55_Pro
Sederhana nya pertanian menghasilkan sayur dan buah untuk dikonsumsi manusia dan sebagian bisa digunakan untuk pakan ternak.

Ternak menghasilkan susu,daging dan telur. Dari susu kemudian bisa diubah menjadi produk olahan susu seperti yoghurt dan keju dengan menggunakan bahan bakar dari kotoran ternak.

Kotoran ternak dan sisa-sisa hasil pertanian dapat diolah menjadi kompos.

Kami dipandu oleh seorang fasilitator yang sayangnya aku lupa nanya namanya siapa😶 panggil aja namanya Om.

Om mulai memperkenalkan tahapan penanaman pada petani kecil, sebutan untuk Qaireen dan Rayi. Tahap pertama adalah mencangkul, sedangkan pemupukan atau penggemburan di skip karena tanahnya bikin ngiri alias sudah gembur n hitam sangat.

Terlihat di kanan-kiri sudah banyak bekas galian dari pengunjung2 sebelumnya. Sepertinya banyak pengunjung sebelumnya yang tidak kesulitan mencangkul karena tanahnya sangat gembur dan terlihat dari hasil cangkulnya yang cukup dalam. Qaireen n Rayi pun diberi pacul mini untuk mencangkul.WP_20151224_12_17_43_Pro

Qaireen terlihat tidak terlalu suka cangkul-mencangkul,bisa ditebak sih soalnya kalo ada lagu menanam jagung (yang ada lirik mencangkulnya itu lho) pasti di skip😊.
Buat Rayi ini pertama kalinya terjun ke tanah langsung,karena kalo aq gi berkebun biasanya  Rayi hanya asik makan meses sambil duduk manis nungguin bundanya beres😃
Alhasil kali ini tanahnya jadi mainan,digaruk-garuk,dipacul,diratakan, dipindahkan dan seterusnya 😅

Setelah itu kami diperkenalkan dengan beberapa jenis koleksi tanaman disana dan juga kegunaannya. Banyak juga tanaman yang baru tahu bentuk aslinya bahkan ada beberapa tanaman yg  baru dengar juga namanya.WP_20151224_12_11_19_Pro

Ketika perkenalan jenis-jenis tanaman ini justru Yangti yang banyak nanya sedangkan Qaireen udah ga sabar mau petik-petik dan ngasi makan kelinci soalnya.

Tapi sebelum kasi makan kelinci Qaireen nyoba metik dan nanem daun bawang dulu. Sambil menanam Om menjelaskan ada beberapa tanaman ada yang bisa ditanam dari biji, ada yang dari umbi,beberapa butuh tempat untuk tempat merambat,yang lainnya ada yang butuh sedikit air untuk tumbuh dan sebagainya.

 


Sebenernya bukan cuma seneng ngasi makan kelinci aja tapi domba n sapi juga,cuma ngeri kali ya kalo domba n sapi 😊 terlalu gede mungkin.
Sayangnya kandangnya nampak tak terurus dan kotor bahkan Om cerita beberapa kelincinya dimakan anjing liar😢 padahal lucu2 banget kelincinya Selain Qaireen, Rayi juga terlihat senang ketika ngasi makan kelinci bahkan Yangti gak henti2 bilang kelincinya lucu2 😊

Memberi makan ternak adalah akhir dari tour kami di little farmers.
Sejauh ini aku suka dengan konsep pertanian terpadu yang ditawarkan oleh little farmer walaupun dalam kenyataannya kurang terlaksana dengan baik. Selain minim perawatan, fasilitas yang ada juga terkesan ‘seadanya’ dan kurang memadai, misalnya tidak adanya tempat makan,atau toko hasil olahan produk susu.

Well,semoga sudah tambah berkembang ya di kedatangan kami selanjutnya lain waktu. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s